Menulis Apa

Sudah lama tidak menulis ide cerita.

Awalnya saya punya banyak kosakata, lama-lama jadi lupa karena tidak pernah menulis. Maka, meskipun satu paragraf ini, saya paksakan untuk tetap menulis.

Supaya apa?

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Roqm #18 – Idul Adha di Egypt

Menulis adalah persoalan mood. Kadang kepala kita penuh dengan pikiran lalu serta merta kita bisa langsung menuangkan ke dalam tulisan. Pada waktu yang lain, ketika kita terlalu sibuk dengan alam nyata, bahakan untuk berpikir jernih pun susah, maka tidak ada tulisan yang kita hasilnya. Makanya, cerita ini sebenarnya udah agak kadaluarsa, tapi apa boleh buat. Cerita harus tetap ditulis bukan? #tsahh

Lebaran Idul Adha di Egypt kemarin jatuh pada hari Kamis, 17 September 2015. Dan disini, lebaran itu serentak. Tidak ada yang namanya duluan atau belakangan. Lha wong acuannya kan satu, wukuf di padang Arafah itu. Beda mazhab (Syafi’i, Maliki, Hambali, Hanafi) tidak menjadikan orang Egypt berbeda soal penentuan hari raya. Karena memang pemerintah disini tegas. A ya A, B ya B. Kalau kamu tidak nurut ya di DOR. Hahaha

Lebaran di komunitas Indonesia, khususnya wilayah Hayy ‘Ashir, difokuskan di Souq Sayarat. Sebuah pasar mobil khusus di hari Jum’at (sudah pernah saya bahas pula di tulisan-tulisan sebelumnya). Sholat Ied dimulai pukul 06.00 di lapangan parkir mobil. Khutbahnya pakai bahasa Arab, saya cuma manggut-manggut saja karena gak mudeng apa yang dibicarakan si khotib. Hehehe

Sholat Ied

Sholat Ied

Selesai sholat Ied kami pergi ke Masjid As Salam, sekitar 1 km dari souq sayarat. Disana kami beramah tamah dengan seluruh Masisir (Masyarakat Indonesia di Mesir). Bertemu dengan orang-orang KBRI, pelajar dan mahasiswa, serta orang dari beragam profesi. Silaturahmi seperti ini adalah oase pengobat rindu ketika kita jauh dari keluarga. Makan bersama, berkenalan dengan orang baru, atau sekedar cuci mata bisa kamu lakukan di acara ini.

Silaturahmi bersama Masisir

Silaturahmi bersama Masisir

Oya, untuk pemotongan hewan kurban tahun 2015, komunitas Indonesia memfokuskan pemotongannya di Sekolah Indonesia Cairo (SIC). Sebuah sekolah terpadu dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Sayangnya saya tidak sempat kesana untuk melihat pemotongan hewan kurban. Ketika sedang dalam perjalanan kesana, kami dihadang polisi. Kami baru tahu rupanya ruksoh (STNK lah kalau di Indonesia) mobil kami mati. Untungnya polisi tidak menahan kami, karena sewaktu ditanya polisi (polisi menanyakan dengan bahasa Arab) kami menjawab dengan bahasa Inggris. Si polisi mungkin ogah berdebat dengan menggunakan bahasa Inggris, akhirnya kami dilepas. Lagian masa iya wajah saya yang imut begini punya potongan kriminil, kan tidak masuk akal. hehehe…

Karena tidak jadi pergi ke SIC alhasil saya tidak mendapat jatah daging kurban. Tapi memang Gusti Alloh Maha Penyayang, malam hari ada undangan sholawatan, dan diakhiri dengan makan bersama. Menunya sate kambing. Alhamdulillah😀😀😀

Merayakan hari besar di negeri orang memang terasa bedanya. Terutama soal budaya. Di Indonesia, orang potong kurban di dekat masjid, disini orang potong kurban di pinggir jalan. Darahnya pun tumpah ke jalan-jalan. Ada juga yang memotongnya di halaman belakang rumah. Ya memang langsung dibersihkan sih, tapi rasanya risih juga. Tapi dengan belajar soal perbedaan begini, saya semakin sadar dan bersyukur.

Pemotongan hewan kurban di rumah orang Mesir

Pemotongan hewan kurban di rumah orang Mesir

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

I still remember the days I prayed for the things I have now.

Leave a comment

September 8, 2015 · 2:24 am

Roqm #17 – Good Bye Summer

Awal bulan September ini udara yang bertiup perlahan mulai dingin. Tidak seperti bulan Agustus lalu yang sebentar-sebentar panas. Tren temperatur udara bila dilihat dari aplikasi Weather di smartphone juga menurun. Mungkin ini yang dinamakan transisi menuju musim gugur alias autumn.
Perubahan ini bukan hanya di urusan suhu udara, tapi juga jam sholat. Saya lihat di jam kantor, waktu sholat yang pada bulan Ramadhan kemarin sangat mundur (Isya jam 20.30, Maghrib jam 19.00, Shubuh jam 3.00) sekarang sudah maju lagi (Isya jam 19.30, Maghrib jam 18.15, Shubuh jam 4.00). Saya ambil 3 waktu sholat ini karena paling drastis perubahannya. Dhuhur dan Ashr tidak begitu kentara peregerannya.
Sebenarnya saya agak heran dengan istilah musim gugur disini. Kenapa harus dipakai? Di Egypt kan mayoritas gurun pasir, pepohonan jarang. Lantas apa yang mau digugurkan?😀
Ada sih pohon kurma. Tapi saya lihat sepertinya susah untuk berguguran. Bayangkan saja ya, pohon kurma kan bentuknya mirip-mirip pohon palem, atau pohon kelapa lah. Masa iya pohon kelapa menggugurkan daunnya, bisa-bisa menimpa orang di bawah. Benjol dah😀

image

Pertanda lain musim gugur segera datang adalah buah anggur mulai langka. Dan mulai mahal. Saya ingat sebulan lalu anggur cuma seharga 4-8 LE. Sekarang mulai merangkak 10 LE. Masih ada sih yang seharga 4 LE tapi itu untuk anggur kualitas rendah. Oya, nilai tukar 1 LE sekarang sekitar Rp 1.700.
Penasaran. Seperti apa sih musim dingin itu nanti? Mari kita tunggu😀

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

In Egypt, Customer is not number 1

4 September 2015, it was held in National Customers Day in Indonesia. My friends through social media, they campaigning on the importance of giving excellent service to each client/customer.

How about in Egypt?

Hufft..

Do not expect more.

If you ever lived in Egypt you must know that customer is not priority. They work as they want. If they are in good mood, they will serve well. Otherwise, if they are in bad mood they will serve as they want. And mostly, in good mood or bad mood they serve for their own.

As example my problem now. My friend register an internet application to TE Data. TE Data is an internet provider in Egypt. It was already 1 week and the internet connection not installed yet. When we called to the customer service, there is always reason from them. Reason about eror network, too many customer complaint, employees get vacation, etc. And the worst things is, customer service end up our call when we ask too many questions.

image

Not only customer service (CS) in telephone. CS in office also act like this. We already go to the office 4 times and management just said: “Yes Sir, we will fix this problem”. But until now no any action from them.

What the hell man. Is this the name of customer service? The people in Egypt. Oh.. they work as they want. Customer is not number 1.

I hope TE Data read this message.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Roqm #16 – Alexandria, Kota Cantik di Tepi Laut Mediterrania

Berada di pesisir Mesir sebelah utara, Alexandria menghadap langsung ke laut Mediterania. Kota yang dibangun oleh Alexander The Great atau Iskandar Yang Agung ini telah berusia ribuan tahun. Lokasinya yang strategis di tepi Mediterrania membuat Alexandria menjadi rebutan berbagai imperium, mulai dari zaman Ptolemaic, Romawi, Byzantine, kolonialis Prancis, Inggris, pemerintahan Arab, Kerajaan, hingga sekarang menjadi Republik.

Transportasi untuk pergi ke Alexandria dari Cairo amatlah mudah. Kamu bisa naik kereta api dari Ramses Train Station dengan tarif berkisar 35-50 LE (ekonomi) atau sekitar Rp 60.000 – 85.000. Atau kamu juga bisa naik el-Tramco. Semacam angkutan umum di Egypt dengan jenis mobil L300 yang biasa digunakan untuk angkutan travel antar kota. Naik el-Tramco pun cukup nyaman dan harganya juga sama dengan kereta api.

Mahatoh Masri. Stasiun di Indonesia jauh dan jauh lebih bagus dibanding stasiun disini

Mahatoh Masri. Stasiun di Indonesia jauh dan jauh lebih bagus dibanding stasiun disini

Dengan naik kereta, kamu bisa turun di stasiun Alexandria, atau biasa disebut Mahatoh Masri. Dari Mahatoh Masri kamu bisa lanjut naik el-Tramco dengan tariff 5 LE atau naik kereta lokal dengan tarif 1-2 LE. Kamu bisa langsung menuju ke daerah Mandara, disana terdapat banyak homestay milik mahasiswa yang tentunya sewanya juga murah, berkisar 100-200 LE per hari per rumah. Artinya bila kamu datang sendiri atau berombongan juga sewanya bakal segitu. Ada juga hotel dengan tariff di atas 200 LE per malam. Hotel tersebut banyak terdapat di sepanjang pesisir Alexandria.

Sejarah Alexandria

Ada banyak cerita mengenai sejarah kota Alexandria. Kamu bisa googling dan akan mendapat banyak link informasi mengenai sejarah kota Alexandria. Pada intinya, kota Alexandria didirikan Alexander the Great pada tahun 331 BC. Before Century, ya betul. Artinya di tahun 2015 ini kota Alexandria sudah berumur 2346 tahun. Gila!! Tua sekali bukan?

Setelah berdiri, Alexandria menjadi kota penting di zaman Ptolemaic dan tumbuh menjadi kota terbesar di dunia, kedua setelah Roma, dalam hal ukuran dan kekayaan. Lokasinya yang terletak di delta Nile dan berada tepat di tepi laut Mediterrania membuat Alexandria begitu cantik dan mempesona. Tidak heran, Alexandria menjadi makmur karena menjadi kota perdagangan pada zamannya.

Jalan raya di Alexandria lebar-lebar dan menghadap langsung ke pantai Mediterrania

Jalan raya di Alexandria lebar-lebar dan menghadap langsung ke Laut Mediterrania

Pilihan terbaik adalah menginap di hotel di tepi pantai. Kapan ya???

Pilihan terbaik adalah menginap di hotel di tepi pantai. Kapan ya???

Pada tahun 641 M, Egypt berada di bawah pemerintahan Arab. Entah apa namanya negara pada zama pasca Nabi Muhammad SAW tersebut. Yang pasti ketika itu, ibukota negara dipindahkan dari Alexandria ke Fustat (di tepi sungai Nile). Pemindahan tersebut membuat pesona Alexandria perlahan meredup.

Pergi ke Alexandria bukan hanya soal berwisata tapi juga berziarah. Disana kita dapat melihat peninggalan-peninggalan zaman antah berantah hingga zaman Turki Ottoman. Pergi ke Alexandria tidak cukup 2-3 hari. Pengalaman yang saya rasakan, 3 hari di Alexandria, saya hanya mampu menjelajahi kota ini sebagian kecil saja. Memang benar, sebagian besar lokasi wisata sudah saya kunjungi. Namun tetap saja masih kurang. Alexandria bisa diibaratkan seperti kota Jogja. Kotanya tenang, adem, ayem, dan sangat cocok untuk menentramkan jiwa.

Beberapa tempat wisata di Alexandria yang saya kunjungi diantaranya:

  1. Makam Nabi Daniel
    Makam Nabi Daniel terletak di dekat stasiun Mahatoh Masri, alias stasiun besar Alexandria. Kamu bisa berjalan kaki hanya sekitar 15 menit. Dari Mahatoh Masri keluar, lalu belok kanan. Kamu bisa bertanya langsung pada penduduk setempat mengenai letak makam Nabi Daniel. Orang-orang Alexandria ramah-ramah (ya ada juga sih yang kasar), kamu pasti akan ditunjukkan dimana letaknya.

    Jpeg

    Makam dan masjid Nabi Daniel. Di dalamnya juga ada makam Lukman (kamu tau Surat Lukman di Al Qur’an kan? )

    Makam Nabi Daniel terletak di dalam masjid, tentu saja nama masjid tersebut adalah Masjid Nabi Daniel. Kamu bisa meminta bantuan pada pengurus masjid untuk diantar kesana. Dan jangan lupa berikan sedekah kepada si pengantar, 10 atau 20 pound sudah cukup.
    Di dalam makam Nabi Daniel kamu akan disuguhi bau yang harum dari dupa yang dibakar. Dan bukan itu saja. Saya baru tahu kalau ternyata makam Lukman (kamu tau surat Lukman kan di dalam Al Qur’an? Nah ternyata makamnya terletak di samping persis makam Nabi Daniel. Betul-betul surprise. Saya baru tau sekarang. Alhamdulillah bisa ziarah kesini.

  1. Montaza Pallace
    Montaza Pallace (Arabicقصر المنتزة) adalah istana dan kebun yang cukup luas di distrik Montaza, Alexandria. Istana ini dibangun di atas bukit rendah di Alexandria yang menghadap langsung ke laut Mediterrania.

    Istana raja Egypt

    Istana raja Egypt, sayang tidak dibuka untuk umum

    Montaza Pallace didirikan pada tahun 1892 oleh Khedive Abbas II, Raja terakhir dari dinasti Muhammad Ali. Khedive Abbas II adalah raja Egypt dan Sudan. Jadi, perlu kamu tahu, dulu Egypt dan Sudan adalah satu negara.
    Kebun di sekitar Montaza Pallace amatlah rindah dan sejuk. Kamu bisa menggelar karpet atau tikar dan berpiknik ria disana. Nongkrong dari pagi hari (tentu saja pilih musim yang sejuk, saat spring atau autumn) sampai sore hari pasti kamu akan betah. Angin laut yang segar ditambah lagi bisa menghabiskan waktu bersama orang yang kamu sayangi, akan membuat kita terlupa sejenak dari hiruk pikuk duniawi.
    Waktu saya berniat masuk ke dalam istana, rupanya gerbangnya telah ditutup. Saya tidak sempat bertanya kepada pengunjung yang lain, apakah di hari lain istana ini dibuka untuk umum atau tidak. Yang saya tahu, istana ini masih dipergunakan oleh para presiden untuk beristirahat.

  1. Fort of Qaitbay
    Citadel of Qaitbay atau Fort of Qaitbay (Arabic: قلعة قايتباي) adalah benteng pertahanan dari abad 15 yang terletak di pantai Alexandria. Benteng ini didirikan pada tahun 1477 oleh Sultan Al-Ashraf Sayf al-Din Qa’itbay. Benteng ini terletak di sisi timur dari ujung utara pulau Pharos, tepatnya di mulut pelabuhan timur (Eastern Harbour).
    Fort of Qaitbay adalah benteng penting, tidak hanya di Egypt namun juga di laut Mediterrania. Kalau ingin menaklukan Egypt maka taklukan dulu benteng ini. Gitu ceritanya.

    Jpeg

    Fort of Qaitbay atau Citadel of Qaitbay

    Kamu tahu Lighthouse of Alexandria? Salah satu keajaiban dunia Seven Wonder of the Ancient World ini tidak jauh lokasinya dari benteng Qaitbay. Sayangnya saya tidak sempat kesana.
    Berkunjung ke Fort of Qaitbay adalah suatu pengalaman unik dan menggemaskan. Bila matamu cukup sipit, kulitmu termasuk agak putih, maka jangan heran kamu akan diajak foto bersama oleh orang lokal. Ya, karena kamu dianggap turis disana. Termasuk saya. Saya dianggap orang China. Ketika diajak foto bersama ya sama mau aja, kapanlagi coba dianggap sebagai turis, hehehe..

  1. Bibliotheca Alexandria
    Bibliotheca Alexandrina (English: Library of Alexandria;Arabic: مكتبة الإسكندرية‎ Maktabat al-Iskandarīyah, adalah perpustakaan besar dan pusat kebudayaan yang terletak di pantai laut Mediterrania. Perpustakaan Alexandria adalah tugu peringatan sekaligus peninggalan purbakala yang amat brilian pada zamannya. Ketika didirikan pada zaman Ptolemy, perpustakaan ini menyimpan koleksi buku yang amat banyak dan menjadi pusat peradaban dan pembelajaran. Sebelum akhirnya hancur dan di abad 21 ini didirikan kembali.

    Bibliotheca Alexandrina tampak dari belakang. Lihat tuh pahatan huruf dan angka dari seluruh dunia

    Bibliotheca Alexandrina tampak dari belakang. Lihat tuh pahatan huruf dan angka dari seluruh dunia

    Perpustakaan kalau dilihat dari depan, dari pinggir jalan di tepi pantai

    Perpustakaan kalau dilihat dari depan, dari pinggir jalan di tepi pantai. Itu yang bulet adalah planetarium

    Komplek perpustakaan Alexandria amat luas: meliputi perpustakaan dengan koleksi 8 juta buku, ruang baca dengan luas 70.000 meter persegi dengan lokasinya yang berundak-undak mirip terasering. Ditambah lagi dengan conference center, perpustakaan khusus untuk peta, multimedia, perpustakaan untuk orang buta dan lemah dalam penglihatan, perpustakaan remaja, anak-anak, empat (4) museum, empat (4) ruang galeri seni, 15 pertunjukan, planetarium, dan laboratorium manuskrip. Betul-betul perpustakaan yang sangat lengkap.

    Ruangan di dalam perpustakaan Alexandria. Betul-betul mewah

    Ruangan di dalam perpustakaan Alexandria. Betul-betul mewah. Kamu bakal betah berlama-lama di perpustakaan ini

    Buku-buku di perpustakaan ini merupakan donasi dari seluruh dunia. Saya tidak mendapatkan informasi apakah Indonesia juga menyumbangkan bukunya untuk perpustakaan ini. Tapi yang saya tahu, saya mendapatkan banyak link mengenai buku Pramoedya Ananta Toer. Buku karangan Pram yang tidak pernah saya dengar judulnya ternyata ada disini.
    Selain buku-buku, Bibliotheca Alexandrina juga menyimpan koleksi digital. Meliputi 10 milyar web pages dari 16 juta website yang berbeda, 2000 jam siaran televise Egypt, 1000 arsip film, 100 terabyte data di dalam 200 komputer, dan fasilitsa scanning buku lokal. Benar-benar perpustakaan yang lengkap dan canggih.

  2. Pantai Alexandria
    Inilah yang paling mempesona, pantai Alexandria. Lokasinya yang langsung menghadap ke laut Mediterrania membuat kota ini begitu cantik. Ombaknya kecil sehingga asik kalau kamu berenang disana. Kamu bisa menyewa ban pelampung atau sepeda perahu. Harga sewanya cuma 30 LE per jam.

    Kamu kapan mau berenang di pantai Alexandria?

    Kamu kapan mau berenang di pantai Alexandria?

    Kalau kamu tidak suka berenang, kamu bisa bersantai di pinggir pantai sambil menikmati segarnya angin laut. Sambil cuci mata melihat cowo-cewe Egypt yang berlenggang kesana kemari. Hehehe😀
    Atau kamu juga bisa sekedar nongkrong di cafe di pinggir pantai. Memesan milkshake, kopi, atau sekedar teh panas, cukup lah untuk membuat diri kamu relaks. Harga secangkir kopi pun cukup murah, hanya 10-30 LE tergantung lokasi cafe-nya.

    Nongkrong di cafe enaknya di malam hari, sambil minum kopi bersama kekasih tercinta <3

    Nongkrong di cafe enaknya di malam hari, sambil minum kopi bersama kekasih tercinta❤

Berlibur ke Alexandria asiknya jangan sendirian. Enaknya ramai-ramai bersama teman. Lebih asik lagi bersama kekasih. Pagi hari berenang di pantai, lalu pulang dan mandi, makan siang, tidur siang, sorenya ke pantai dan mandi lagi. Lalu malamnya nongkrong di cafe sampai larut malam. Betul-betul bahagia😀😀😀

2 Comments

Filed under Cerita Pribadi

Usia Kritis 25 Tahun

Pada akhirnya inyong sadar, 25 tahun adalah usia dimana inyong merasa begitu percaya diri, selalu merasa benar, apabila salah maka inyong sebisa mungkin akan membantah agar presentase salah itu turun dari angka 100%.
Inyong pantang diremehkan, merasa bisa mengerjakan segala hal, dan merasa lebih baik dari mereka yang satu usia dengan inyong.
Semangat yang menyala-nyala ini sebenarnya adalah kekuatan, apabila bisa inyong arahkan ke hal-hal yang positif. Namun harus inyong ingat juga, hal ini adalah kelemahan inyong juga. Ketika inyong tidak bisa memenuhi ekspektasi orang lain, inyong akan stres sendiri.
Bapake inyong mengatakan, “Nek kowe bisa nglewati umur 25 tekan 30 kanti lancar, bisa ngembangna awake dewek, sikape sopan santun, andhap asor. Insya Alloh, umur 30 menduwur kowe bisa mabur”.

3 Comments

August 20, 2015 · 1:09 pm