Sekarang Bukan Jamannya Seminar Entrepreneur, Sekarang Jamannya Coaching!

wirausaha[1]Saya sebagai seorang mahasiswa senang melihat perkembangan dunia kewirausahaan yang bertumbuh bak jamur di musim penghujan. Banyak mahasiswa yang mencoba peruntungan menjadi usahawan. Mulai dari kecil-kecilan seperti berjualan pulsa, jualan baju via online, bahkan yang sudah besar bisa membuka cafe bahkan warung makan. Sudah sepatutnya ditiru.

Ada satu hal yang sangat disayangkan, yaitu para motivator itu, bisa dibilang orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka dengan mudahnya membakar semangat para peserta seminar, disuruh jadi pengusaha, jangan jadi karyawan. Disuruh ACTION, ga usah mikir, yang penting action. Semangat terbakar di saat seminar namun tak berbekas ketika esok bangun tidur. Mereka kembali pada rutinitas. 

Semangat membara ketika seminar, hangus tak berbekas ketika seminar usai

Menjadi motivator pun agaknya menjadi tren. Itu yang saya lihat. Banyak sekali kita lihat motivator berlomba-lomba menjadi pembicara. Tapi intinya sama saja, hanya membakar semangat tanpa mau bertanggung jawab. Disuruh action, disuruh jual motor, handphone buat modal. Ketika bangkrut mereka dengan mudahnya “Itu pelajaran, biar lebih hati-hati”. Aihh… Mudahnya bilang begitu.  Menyuruh tapi tak mau bertanggung jawab.seminar 

Yang sekarang sedang naik daun adalah coaching atau bisa juga disebut mentoring, atau pembimbingan. Sistem ini bukan hanya memotivasi peserta untuk berwirausaha, namun juga membimbing mereka agar tidak terperosok pada jurang kebangkrutan. Sistem coaching jauh lebih baik dari sekedar seminar wirausaha. Karena disini peserta benar-benar belajar, dibimbing, agar tidak sampai mengalami pahit seperti yang sudah pernah diderita si mentor.

Ada banyak komunitas coaching di dunia wirausaha. Ada Pillar Business Accleration, Tangan Di Atas (TDA), dan lain sebagainya. Ada pula SRUDUKFOLLOW yang disana kita bisa belajar dari banyak pengusaha sukses, tanpa perlu ada sekat pembatas. Ya, kita bebas bertanya apa saja.

Jadi, bergabunglah dengan komunitas. Belajarlah dari sana. Bukan hanya dari seminar wirausaha semata.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s