Business Model Canvas #1

Image

Business model canvas adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Dengan model ini kita bisa melihat gambaran bisnis yang akan dimulai atau yang sedang jalan. Kalau dilihat, memang cuma gambaran besar, tapi lengkap.

Detail bisnis model canvas ini sangat cocok bagi teman2 yg memulai usaha. Karena akan tau arah jelasnya dan tidak banyak membuang waktu yg diperlukan. Banyak sekali para pebisnis yang memulai usaha, tapi yang tidak dibutuhkan dalam bisnis dia ikutkan, hingga akhirnya dia melakukan pemborosan dan selalu mengalami kerugian.

Buku Bisnis Model Canvas banyak jenisnya, salah satu yang sudah ada dalam versi Inggris dan Indonesia berjudul “Business Model Generation” oleh Alexander Osterwalder. Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Disebut canvas karena modelnya bisnis yang seperti gambar/lukisan dalam canvas.

Dalam buku dijelaskan ada 9 petakan, yaitu:

1. Segmentasi pasar
2. Penawaran produk
3. Distribusi
4. Bina relasi (custemer relation)
5. Sumber penghasilan
6. Sumber daya
7. Aktifitas
8. Jejaring
9. Struktur biaya

Yang perlu diperhatikan adalah :

1. SEGMENTASI PASAR 
Dalam hal ini, bagaimana sebelum memulai bisnis kita harus membaca pasar, bukan sekedar buka usaha. Karena tetangga kita sukses dengan hanya jual telur atau pulsa, baru kita ikutan juga. Itu bukan jiwa dan berpikir cara entrepreneur. Jadi, yg perlu diperhatikan dalam membaca pasar ialah dengan melihat masyarakat, apa sih yang dibutuhkan sekarang, jadi yang dibutuhkan masyarakat itu yang kita munculkan, itu baru entrepreneur.
Contoh, ada tetangga kita yang sering beli telur ke carrefour, dan kita tanyakan, “Kok senang sekali beli di carefour, padahal di warung dekat rumahnya ada jual telur”. Lalu tetangga kita bilang, “Di carefour telurnya bagus”. Kita tanyakan lagi, “Terus, Anda biasa beli telur di carefour ada masalah ga?”. Dan tetangga itu bilang, “Ada”. Kita tanya lagi, “Apa itu?”, tetangga menjawab, “Tidak ada pengaman telurnya, untuk minimalkan pecahnya telur”.

Nah, pengaman itu kita bisniskan.

2. PENAWARAN BARANG
Setelah itu tanyakan ke tetangga, “Kalau saya punya pengaman telur untuk minimalkan pecah, mau beli sama saya atau tidak? Ketika mau, berarti kita udah bisa baca segmentasi pasar dan lahirkan apa yg dia butuhkan. Itulah namanya segmentasi pasar. Lihat apa dan kenapa serta bagaimana.

Kalau kita bisa baca segmentasi pasar, maka tiap hari minimal kita bisa dapat 1 ide bisnis.

3. DISTRIBUSI PRODUK
Distribusi ini sangat penting, karena ini akan membantu kita supaya produk kita sampai ke konsumen.  Pendistribusian ini juga perlu diperhatikan.

Pertama, produk anda marketnya apa, kalau mahasiswa maka usahakan distribusinya ke dekat kos-kosan atau dekat kampus, sehingga lebih terjangkau dan tepat sasaran. Jangan karena anda punya uang banyak dan sasarannya mahasiswa, anda mau sewa tempat di mall.

4. BINA RELASI 
Setelah ada distribusi, maka kita menuju ke bina relasi atau customer relationsip. Ini merupakan tahap satu petakan dalam business canvas. Kita perlu melakukan pendekatan kepada calon konsumen atau pelanggan kita supaya produk kita laku. Kalau bisa, anda mencari pelanggan yang selalu beli produkmu bukan yang cuma sekali aja beli.

Makanya diperlukan bina relasi, setelah bina relasi, maka akan ada nilai plusnya. Calon konsumen akan memberikan hati kepada produk kita. Dan jangan pernàh dalam bina relasi ini, kita membuat kecewa calon konsumen. Menurut saya, 70% konsumen cuma butuh pelayanan baik dan senyuman, 30% produk. Jadi kalau layanan anda bagus, insyaallah akan menjadi pelanggan anda.

Bina relasi itu juga bisa anda lakukan terhadap konsumen dengan memberi dia paket atau hadiah atau apalah. Sehingga dia senang beli produk anda.

5. REVENUE STREAM
Sumber penghasilan atau dalam bahasa Inggrisnya “revenue stream“. Kita diharuskan menjabarkan dari mana sumber penghasilan kita. Contoh penjual pisang goreng biasanya sumber penghasilan kita dari penjualan dan setelah itu dikurangi dgn biaya bahan baku. Itu keuntungan kita dalam artian sumber pemasukan. Jadi kita akan tahu beda dengan jasa, biasanya jasa itu dilihat dari hasil beban jasa.

Contoh @Jasaku_ID adalah jasa pembelian dan pengantaran barang, dia akan dapat hasilnya setelah dia menyelesaikan permintaan jasa dari konsumen baik dari pembelian barang mau pun pengantaran. Begitu juga jasa desain web, dll. Jadi sebuah bisnis itu harus punya arus kas. Ingat, arus kas itu ada karena ada konsumen, maka Consumen is The King.

Bersambung….

*Hasil sharing LINE bersama @Rhyeanpreneur

Leave a comment

Filed under Bisnis

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s