Skripsi Itu Seperti Memiliki Anak

Tulisan pagi ini, Skripsi itu seperti memiliki anak, adalah sumbangan ide dari teman yang saya kembangkan sendiri. Setelah melalui perenungan panjang, saya rasa memang benar. Bahwa mengerjakan skripsi itu seperti merawat anak pertama yang baru lahir. Saya sendiri belum memiliki anak, tapi bisa membayangkan sih bagaimana rasanya memiliki anak.

Ketika memiliki anak, semua rutinitas yang awalnya dikerjakan dengan tertata akan berubah total. Pagi hari kita harus berjemur bersama anak, memberikan asi (bagi perempuan), membersihkan eek ketika anak kita berak, bercerita dengan anak, bangun di malam hari ketika mereka menangis, dan sebagainya. Mirip dengan skripsi. Ketika kita mengerjakannya, rutinitas yang sudah sering kita kerjakan tiap hari akan berubah. Kita harus disiplin terhadap diri ketika mengerjakan skripsi, atau ide kita akan lari. Saat kita menangis karena lapar, mau ga mau kita harus memberinya susu, atau anak kita akan mati. Merawat anak juga harus disiplin, atau mereka akan menangis, sakit, bahkan “pergi”. Begitu juga dengan ngerjain skripsi, kita harus disiplin. Begitu ada ide maka harus ditulis, entah itu di laptop, di kertas, di daun, atau di tembok tetangga. Pokoknya ditulis aja dulu.

Ketika memiliki anak, kesehatan kita bukanlah yang utama, kita lebih mementingkan kesehatan anak kita. Seperti mengerjakan skripsi, kesehatan kita bukanlah yang utama, kita lebih mementingkan skripsi kita selesai dulu. Segala cara kita lakukan agar cepat selesai. Sebenarnya kurang tepat sih. Kesehatan diri kita juga penting. Bagaimana mau merawat anak dengan baik kalau kita sakit. Bagaimana mau mengerjakan skripsi kalau kesehatan kita terpuruk.

Memiliki anak membuat kita semakin terpacu untuk rajin bekerja. Dengan rajin bekerja, maka siapa tahu akan dapat bonus dari bos. Bagi yang berwirausaha ya semakin berupaya untuk meningkatkan sales, agar pendapatan meningkat. Begitu juga dengan mengerjakan skripsi, kita menjadi makin rajin membaca buku, rajin ke perpus, rajin bertanya pada orang, dan tentunya rajin berdoa pada Tuhan. Kita berharap agar kerajinan itu berbuah hal yang manis. Hal apakah itu? Tentu saja ini berharap agar Skripsi Selesai.

Memiliki anak membuat kita akan sering terjaga. Berjaga-jaga siapa tahu anak kita bangun menangis karena pipis, berjaga-jaga kalau ada 1 nyamuk yang berani mencuri darah anak kita. Rutinitas tidur malam, begadang, dan bangun lebih pagi jadi biasa. Jatah tidur jadi berkurang. Sama halnya dengan skripsi. Kita jadi sering tidur malam, bahkan sampai tidak tidur demi untuk mengerjakannya.

Selain fakta diatas, ada juga beberapa fakta di bawah ini:

  1. Memiliki anak membuat kita jarang mandi, begitu juga skripsi, kita jadi jarang mandi.
  2. Memiliki anak menjadikan kita boros karena membeli perabotan bayi ini itu. Skripsi juga, kita jadi sering belanja cemilan.
  3. Memiliki anak membuat kita jadi sering berdiam diri dirumah, merawat bayi. Skripsi tidak berbeda, kita jadi sering berdiam diri di kamar. Kalau kita keluar rumah/kamar, siapa donk yang merawat anak kita.
  4. Memiliki anak akan membuat orang tua dan mertua kita jadi sering menelpon, “Piye le, anakmu wes iso ngopo saiki?”. Mengerjakan skripsi juga begitu, orang tua kita akan sering menelpon, “Piye le, wes tekan bab piro?”.
  5. Biasanya kalau memiliki anak yang baru lahir, ajaran dari orang tua, apalagi yang Jawa, biasanya kita akan membakar merang di depan pintu. Tujuannya biar yang mau menengok bayi bisa bersih jiwanya dari niat-niat jahat. Sepertinya bisa ditiru tuh, kita membakar kemenyan di depan pintu kosan. Jangan lupa ditulis “Jangan diganggu, sedang bersemedi. Saat ini tidak menerima ajakan niat-niat jahat”.
  6. Biasanya kalau memiliki anak, kita akan sering mengajak ngobrol anak kita. Meskipun anak kita cuma bisa menjawab dengan senyuman atau tangisan, kita tetap akan mengajaknya ngobrol. Bisa juga sih ditiru. Kita ajak aja laptop kita ngobrol. Siapa tahu laptop mau senyum😀

Sudah ahh.. Kayaknya itu dulu aja tulisan pagi ini. Yang suka tulis koment ya😀

Yang ga suka, yaudah banting aja laptop kalian,hehehe..

 

 

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s