Berhati-hatilah, Lilin Mampu Membakar Isi Kamarmu

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lilin

Steker-T-Multi-LOYAL

Steker T

Berhati-hatilah terhadap lilin, meski kecil apinya  ia mampu membakar habis seluruh isi kamarmu. Mungkin, sebelas duabelas dengan dengki, ia mampu membakar habis seluruh amal baikmu.

Kamis malam, 14 Maret 2013.  Pukul 22.15. Babarsari, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Bermula ketika listrik memutuskan mati tadi malam. Aku baru selesai mandi tiba-tiba lampu mati. Selesai berpakaian rapi untuk berangkat tidur, kunyalakan lilin. Kuletakkan di atas steker T, yang diletakkan di atas speaker besar berbahan kayu. Sambil menunggu kantuk datang, aku membaca novel Majapahit. Baru baca sekitar 5 halaman, kantuk datang. Cukup mesra ia datang malam ini. Romantis. Betapa tidak, kantuk datang ketika gerimis di luar ditemani mati lampu. Tanpa berlama-lama, aku merangkul kantuk dan memutuskan mengakhiri hari ini. Dengan keadaan lilin masih menyala.

Tidur dengan nyenyak, tanpa merasa berdosa, tanpa merasa ada yang salah. Aku tetap tidur dengan damai. Bermimpi tentang apa saja. Yang pagi ini pun aku amnesia apa yang kuimpikan semalam.

Inilah kesalahan dan kebodohan paling bodoh yang pernah kuperbuat.
1. Menyalakan lilin dan menaruhnya di atas steker T
2. Tidur dalam keadaan lilin masih menyala

Pagi harinya ketika bangun aku baru sadar. Ini debu apa, kok ada di atas laptop, di atas kasur, di atas lemari, di atas buku, baku arang pula. Menutupi semua permukaan di dalam kamarku. Aku baru sadar bahwa ternyata lilin yang semalam kunyalakan membakar habis sambungan T. Untung saja speaker kayu besar sebagai tatakan sambungan T tidak ikut terbakar.

Oh ternyata… Lilin membakar habis seluruh sambungan T, dan juga sedikit membakar speaker kayunya. Namun, Tuhan masih sayang padaku, teko plastik, laptop disamping lilin, atau buku-buku di sekitar lilin tidak ikut terbakar. Alhamdulillah.

Jadi, berhati-hatilah ya sahabatku. Jangan pernah meninggalkan lilin dalam keadaan menyala ketika kamu memutuskan tidur. Atau ia akan membakar habis isi kamarmu, bahkan mungkin nyawamu.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s