Arizona Sahkan Uang Emas dan Perak

Amerika Serikat, negara adidaya selama 100 tahun terakhir ini sedang mengalami pesakitan. Negara bagiannya, yaitu Utah sudah mengesahkan koin emas dan perak sebagai alat tukar yang sah. Tidak berapa lama, negara bagian Arizona pun melakukannya. Saat ini, sebelas negara bagian lain menyusul. 

Kekhawatiran akan runtuhnya ekonomi AS mendorong rakyatnya mulai meninggalkan dolar AS. Mereka beralih kembali pada koin emas dan perak. Dua tahun lalu rakyat Utah mengesahkan emas dan perak sebagai alat tukar yang sah. Awal pekan ini, giliran rakyat negara bagian Arizona melakukannya. Para senator Arizona sebelumnya telah mendesak pengesahan ini segera menjadi undang-undang sebelum Federal Reserve lebih jauh membawa perekonomian negara ke dalam jurang.

The Fed adalah perusahaan swasta yang diberi hak monopoli mencetak dolar AS. 

Anggota DPR Arizona mengatakan, ekonomi global tengah berada di jurang kehancuran finansial dan dolar AS bisa segera runtuh, kehilangan nilai, tinggal setara kertasnya belaka. Di AS saat ini ada lebih dari selusin negara bagian terus mendorong pengesahan emas dan perak sebagai alat tukar sah. Artinya, dolar AS akan segera ditinggalkan. 

Dengan terbitnya undang-undang itu maka kedudukan koin emas dan perak akan tidak berbeda menurut hukum negara dibandingkan dengan dolar AS yang dicetak oleh the Fed.


”Ini (koin emas dan perak) adalah jenis mata uang yang telah kita miliki sepanjang sejarah umat manusia,” kata Senator Arizona dari Partai Republik, Steve Smith.


Pada tahun 2011, Utah menjadi negara bagian pertama di negara itu yang telah melegalkan koin emas dan perak sebagai mata uang. Anggota-anggota parlemen di Minnesota, North Carolina, Idaho, South Carolina, Colorado dan negara-negara lain tengah memperdebatkan undang-undang serupa dalam beberapa tahun terakhir ini.

 
Rakyat Amerika Serikat sendiri pun tidak mempercayai terhadap mata uangnya sendiri. Kenapa kita harus terus bergantung terus pada dollar?
 
*Tulisan diambil dari: www.wakalanusantara.com

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s