Tangan Tuhan Sedang Bergerak

Tidak ada yang namanya kebetulan. Semua sudah ditakdirkan. Dalam panggung sandiwara ini, semua makhluk memiliki peran. Meski ia hanya seekor semut.

Takdir terus berjalan kawan. Hidup kita di dunia ini bukanlah kebetulan. Bahkan Tuhan memiliki alasan tersendiri kenapa membiarkan kita, yang dulu masih sperma, bisa hidup dan membuahi sel telur. Kita tumbuh menjadi zygot, dilahirkan, tumbuh menjadi anak-anak, menjadi remaja, merasakan jatuh cinta, tumbuh lagi menjadi dewasa. Tak lama lagi kita akan menua, berubah, kulit berkeriput dan tenaga melemah. Bukan suatu kebetulan belaka, semua itu sudah direncanakan.

Ada mereka yang memilih bersekolah SMK di bidang mesin, kemudian kuliah di ekonomi, namun passion mereka di bidang tulis-menulis. Tidak nyambung memang. Mereka yang berpikir tidak nyambung artinya belum memahami takdir Tuhan. Bahwa segala hal yang terjadi, semua memiliki benang merah.

Seekor semut, setiap ekor semut, memiliki peran. Jika 1 semut mati maka tidak mungkin akan tercipta sarang semut yang sempurna, yang mana ia berguna sebagai ramuan herbal. Bila tak ada ramuan herbal sarang semut, maka si pasien bisa saja sakitnya semakin menggerogoti. Dan akhirnya si pasien mati. Iya, 1 ekor semut bisa membunuh 1 orang manusia. 1 kampung pun bisa mati bila tidak ada 1 ekor semut. Semua takdir itu berhubungan.

Pun hidup yang kita lalui sekarang. Kita sedang berperan. Maka berperanlah sebaik mungkin. Sang Sutradara melihat kita, bila peran kita bagus maka kita akan mendapat bonus, naik ke kelas peran-peran sandiwara yang lain. Peran jelek yang kita lakukan saat ini berdampak besar bagi peran orang lain. Kita bisa membuat pahala berantai, dan kita juga bisa membuat dosa berantai. Kita bebas memilih dari keduanya. Bila kita memilih berperan dengan jelek, maka jangan salahkan orang lain, apabila orang lain berperan jelek yang selanjutnya memberikan efek takdir buruk ke diri kita.
***
Satu tahun terakhir ini saya diperkenalkan oleh Tuhan kepada Tangan Di Atas, Sruduk Follow, Makelar Sedekah, Young On Top, Jawara Dinar, Sedekah Rombongan, dan berbagai komunitas lain. Saya banyak belajar dari sana. Saya semakin percaya, bahwa diperkenalkannya saya kepada banyak orang dengan berbagai latar belakang menandakan Tuhan mewajibkan saya untuk terus belajar. Tugas besar sedang menunggu kita di masa depan. Tuhan ingin kita siap. Tuhan ingin menjadikan kita khalifah terbaik di muka bumi. 

2 Comments

Filed under Cerita Pribadi

2 responses to “Tangan Tuhan Sedang Bergerak

  1. tulisannya bagus🙂, setiap hari kita memang harus belajar. jangan sia”kan waktu yang Allah kasih buat kita. harus banyak berbuat baik, biar pahala berantai yang kita peroleh🙂
    salam kenal

    • Terima kasih mba. Saya juga masih belajar kok. Mari saling memberikan kritik saran agar ke depan bisa saling memperbaiki. Monggo kalau mau tuker-tukeran alamat blog juga bisa🙂

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s