Catatan Perjalanan Tegal-Jogja Menggunakan Vespa

Pukul 13.10 WIB. Bersiap meninggalkan Kota Tegal

Pukul 13.10 WIB. Bersiap meninggalkan Kota Tegal

2013-04-25 15.32.52

Menepi sejenak di tepi sawah

2013-04-25 15.32.08

Bersiap menanjak, menuju Randudongkal

2013-04-25 15.59.58

20 KM menuju Owabong Waterpark. Disarankan memakai gigi rendah. Saya memakai gigi paling rendah, gigi NETRAL!

2013-04-25 16.01.47

Di belakang bukit yang kedua, Gunung Slamet disana berada. Siap didaki tahun ini!

2013-04-25 15.14.10

Kepergok sedang kulakan bensin, 1 pick up untuk persiapan saat harga BBM naik.

2013-04-25 16.04.06

Jalanan menurun dan berkelok. Pacu adrenalinmu!!

Di sebuah persimpangan jalan. Menuju Purbalingga, Guci, atau Slawi

Di sebuah persimpangan jalan. Menuju Purbalingga, Guci, atau Slawi

Pukul 22.28 WIB sampailah saya di Borobudur. Alhamdulillah

Pukul 22.28 WIB sampailah saya di Borobudur. Alhamdulillah

Kamis, 25 April 2013. Tegal-Jogja via Randudongkal sudah terlewati. Gunung Slamet akhirnya bisa saya putari. Selanjutnya, harus terdaki.

Perjalanan touring Vespa kali ini adalah yang terlama, sepanjang sejarah hidup saya. Tegal-Jogja saya tempuh dalam waktu hampir 12 jam. Berangkat dari Tegal pukul 13.07 WIB dan sampai di Jogja kira-kira pukul 23.30 WIB. Perjalanan ini saya tempuh sendirian, tanpa teman.

Dimulai dari Kota Tegal pukul 13.07, saya take off dari masjid di Kelurahan Panggung, Kota Tegal. Melewati pantura menuju Pemalang. Lalu belok kanan naik ke Randudongkal. Sesaat menaiki tanjakan di hutan Jati di Pemalang, hujan pun turun. Saya berteduh sebentar sembari menikmati kopi di tengah warkop di pinggir hutan Jati. Hujan berhenti saya melanjutkan perjalanan, menaiki bukit menuju Randudongkal. Disini jalanan masih terlihat cukup ramai. Banyak sepeda motor dan truk lewat. Dari Randudongkal, mulailah jalanan menurun menuju Bobotsari. Ada plang yang menyarankan supaya memakai gigi rendah. Saya memakai gigi paling rendah, dibawah gigi 1, yaitu NETRAL. Ternyata pilihan saya ini tepat sekali. Selain irit bensin, lebih ngebut, ternyata lebih cepat juga menuju jurang. Sesampainya di Bobotsari saya belok kiri supaya bisa langsung menembus ke Banjarnegara. Pilihan saya memang tepat, tapi ternyata karena kurang paham daerah sini, saya akhirnya naik turun bukit dan keluar masuk desa tanpa tahu arah. Pepatah Malu bertanya sesai di jalan mulai terbukti. Dari jam 16.30 hingga pukul 18.30 saya keluar masuk desa dan naik turun bukit tanpa tahu arah jalan raya. Hingga sampailah saya di sebuah jalan buntu dan bertanya pada warga. Saya balik arah dan selang 20 menit sampailah di daerah kota Banjarnegara. Istirahatlah saya di sana, di pom bensin, sembari makan biskuit dan salat Isya. Dari Banjarnegara, bakda salat Isya saya langsung tancap menuju Wonosobo. Dari persimpangan kota Kertek saya lurus menuju Sapuran. Dari Sapuran saya belok kiri melewati jalanan berlobang dan lagi-lagi bukit yang naik turun. Inilah yang dinamakan daerah Kepil. Sebuah jalan pintas agar lekas tembus ke Muntilan. Jalanan disini horor sekali. Berkali-kali vespa saya masuk lubang jalan yang dalamnya tidak kira-kira. Berulangkali hampir lepas kendali di tikungan. Dengan sikap sabar akhirnya sampailah saya di Borobudur pada pukul 22.28 WIB.Di pom bensin, saya berhenti sebentar untuk isi angin ban karena terasa lunak. Perjalanan berlanjut hingga sampai di Muntilan, disini saya menepi sebentar karena mata kurang bisa diajak berkompromi. Akhirnya di sebuah bangku kosong di pinggir jalan, saya tidur. Tidur 20 menit cukup membuat mata kembali segar. Alhamdulillah. Tancap gas lagi dan menuju Yogyakarta. Sampai di Jogja kira-kira pukul 23.30, langsung beli nasi goreng, sampai di kost langsung mandi, lalu makan, lalu tidur. Alhamdulillah.

Perjalanan ini terasa begitu berkesan. Saya menikmati perjalanan ini sendirian, tanpa teman. Naik turun gunung, keluar masuk desa. Merasakan sejuknya udara desa. Dan belajar bahwa negeri sangatlah indah. Saya pun berpikir, untuk apa jauh-jauh liburan ke luar negeri, kalau di dalam negeri saja sudah sangat mencukupi.

Cukuplah perjalanan ini menjadi bagian dari mozaik kehidupan saya. Alhamdulillah Gunung Slamet sudah saya putari. Tinggal mendakinya saja yang belum. Jogja – Tegal – Jogja dengan lancar terlewati menggunakan Vespa. Selanjutnya tinggal keliling Pulau Jawa pakai Vespa. Yeahhh!!

Sebuah pencapaian, akan berbuah pada sebuah keinginan untuk mencapai pencapaian yang lebih tinggi lagi.

Sampai jumpa pada catatan-catatan perjalanan hidup saya yang lain😀

1 Comment

Filed under Cerita Pribadi

One response to “Catatan Perjalanan Tegal-Jogja Menggunakan Vespa

  1. asololey@ahcrot.com

    Rute tercepatnya mana dab?? kalo dari jogja

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s