Kesepian Manusia Modern

Jaman sudah serba modern. Alat transportasi mampu membawa kita mengelilingi bumi hanya dalam waktu hitungan jam. Berita terbaik dan terburuk mampu tersebar ke seluruh dunia hanya dalam waktu hitungan detik. Dengan bantuan gadget pula, orang yang saling berjauhan bisa saling berbicara, bahkan saling menatap wajah masing-masing.

Inilah jaman modern. Manusia sudah dimanjakan dengan segala kemudahan yang ada. Tidak perlu bersusah payah seperti pada zaman dulu. Tidak perlu berkeringat mencangkul karena sudah ada traktor, tidak perlu berkirim surat memakai jasa pos karena sudah ada email, tidak perlu menunggu koran datang karena dengan media elektronik berita terbaru sejagat sudah tersedia di depan mata.

Jaman modern manusia menjadi semakin sibuk. Pagi hari, sambil sarapan bersama keluarga disambi pula dengan menonton TV. Berangkat bekerja, dari mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00, di kantor pun semua pekerjaan dibantu dengan mesin. Pulang bekerja disambut dengan kemacetan jalan raya. Sampai di rumah maghrib, mandi, dan makan malam bersama keluarga. Seusai Isya, kalau tidak menonton TV ya menyelesaikan pekerjaan dari kantor yang belum selesai. Lalu dilanjutkan dengan tidur. Begitu seterusnya selama lima hari kerja. Hanya di waktu Sabtu dan Minggu, seseorang mampu berkumpul dengan keluarganya.

Segala jenis pekerjaan manusia modern sudah dibantu dengan mesin. Para petani tidak perlu mencangkul karena sudah ada traktor. Juru tulis tidak perlu mengetik menggunakan mesin ketik lawas namun sudah ada komputer. Siswa SD dan SMP tidak perlu berjalan kaki ke sekolah, sudah ada sepeda motor dan mobil yang mengantarkan mereka ke sekolah. Manusia modern sejatinya sudah dibantu oleh banyak hal. Yang seharusnya bisa menghemat waktu dalam kehidupan mereka.

Yang terjadi justru sebaliknya. Manusia menjadi semakin sibuk. Waktu yang seharusnya dulu untuk berjalan kaki, untuk mencangkul, untuk mengetik di mesin ketik, saat ini sudah mampu dihemat. Tetapi kenapa malah semakin sibuk saja?

Masih ingatkah waktu kecil dulu, meskipun para petani sibuk bekerja mencangkul di sawah, ladang, dan hutan, mereka masih memiliki banyak waktu untuk mengaji di surau, berkunjung ke sanak saudara di kota lain, dan saling berkirim surat kepada kerabat yang berada di luar negeri. Para siswa yang berjalan kaki ke sekolahnya, masih mampu bermain, belajar, mengaji di surau, dan membantu orang tua di sawah. Di jaman modern, rasanya semua manusia tidak punya waktu lagi untuk sesamanya. Berkunjung ke handai taulan pun kalau sedang ada musibah, atau ketika lebaran datang saja. Parahnya, cukup berkirim SMS menanyakan kabar, mengucap selamat berlebaran, dan selesai. Tidak ada acara pertemuan marga atau bani, tidak ada perbincangan lama-lama, makan ketupat bersama, dan sebagainya.

Manusia jaman modern dituntut untuk bekerja dan bekerja. Memenuhi target pekerjaan dari atasannya, atau target dari perusahaannya itu sendiri. Barangkali memang benar, bahwa yang namanya pencapaian tidak pernah ada batasnya. Suatu pencapaian hanya akan berbuah keinginan untuk mencapai sesuatu yang ada di atasnya lagi. Begitu seterusnya sampai manusia itu mati.

Sesungguhnya manusia modern adalah manusia yang benar-benar dalam kesepian. Hidupnya sebagian besar untuk bekerja. Barangkali, ia sibuk bekerja karena memang tidak ada hal lain yang dapat dilakukannya lagi selain itu. Ia bekerja karena kesepian, untuk membunuh kesepian maka ia bekerja. Maka tidak jarang dalam suatu rumah tangga terjadi perselingkuhan karena ia kesepian di dalam rumahnya. Tidak jarang seorang siswi SMP dibawa lari oleh pemuda tidak bertanggungjawab karena di dalam keluarganya ia tidak mendapat kasih sayang selayaknya dari kedua orangtuanya. Tidak jarang seorang TKW yang baru pulang bekerja dari luar negeri, uang hasil jerih payahnya dibawa lari lelaki begundal yang ia kenal lewat sosial media. Penyebabnya tidak lain karena kesepian.

Inilah jaman, jaman ketika jumlah manusia semakin banyak, teknologi semakin maju, namun manusia senantiasa kesepian.

Leave a comment

Filed under Sosial

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s