Belajar Dari WC Umum

Pernah kita mencium bau busuk kotoran orang lain di WC? Bagaimana baunya? Segar? Wangi? Atau busuk?
Lalu bagaimana dengan bagaimana bau kotoran kita sendiri? Pernahkah kita menciumnya dengan sepenuh hati?

Kita kurang sensitif terhadap bau kotoran sendiri, tapi sangat sensitif terhadap bau kotoran orang lain. Jika ingin sensitif pada bau kotoran sendiri, cobalah sebentar keluar dari ruang WC, lalu masuk lagi, hirup dalam-dalam dan rasakan baunya. Bagi mereka yang adil, tentu akan sadar bahwa bau kotorannya sendiri tidak berbeda jauh dengan bau kotoran orang lain. Ya, bau busuknya tidak berbeda jauh.

 
Kadang kita kurang peduli pada upaya pembersihan kotoran yang kita keluarkan. Kotoran sendiri saja kurang peduli, apalagi pada kotoran orang lain. Hal-hal demikian membuat WC semakin kotor dan bau. Apalagi di WC-WC umum di terminal, stasiun, tempat wisata dan tempat-tempat lain yang petugas kebersihannya terbatas. WC tersebut akan melulu kotor sebelum datang petugas kebersihan yang bertanggungjawab. Kita sendiri kadang enggan untuk membersihkannya. Menyiramnya pun hanya sekedarnya. Yang paling parah, menyiram saja enggan apalagi menyikat.

Karakter seseorang salah satunya dapat dilihat dari bagaimana tingkat kebersihan WC-nya. Coba lihat WC di kost-nya, di kontrakannya, di rumahnya, coba lihat!! Itu mencerminkan penghuninya. Jangan pernah bilang “saya sibuk, saya tidak sempat membersihkan WC”. Itu hanya alibi saja.

Jika ingin membersihkan seluruh isi rumah, mulailah dari membersihkan WC. Bukan teras rumah atau ruang tamu saja. Bukan dari tempat yang banyak dilalui orang, tapi mulailah dari tempat yang jarang dilalui orang. Belajar peduli pada orang lain, salah satunya dengan hobi membersihkan WC. Walaupun hanya dengan sekedar mengguyur lubang dan lantai WC dengan banyak air. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Maka, bagi Sahabat yang ingin menguji calon suami/istrinya ini orang yang higien atau tidak, lihatlah WC-nya. Bagi para calon mertua, tips ini juga bisa dipakai untuk menguji layak tidaknya seseorang menjadi menantunya. Kalau mengurus WC saja tidak becus, apalagi mengurus anak-istrinya nanti.

Semoga kita termasuk orang yang mau berpikir dan selalu berusaha berbuat kebajikan

Leave a comment

Filed under Sosial

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s