Keliru Sekali Mereka Yang Bilang: Sekolah Tinggi kok Hanya Jadi Ibu Rumah Tangga?

Alloh SWT telah menjamin 3 (tiga) hal yang akan diterima setiap manusia: rezeki, jodoh, dan kematian. Setiap manusia pasti akan mendapatkannya. Abu Hurairah R.A. mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: Wanita dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Dan dahulukanlah agamanya, jika tidak maka kamu akan menyesal. (HR. Bukhari)

Namun di berbagai literatur apapun, tidak pernah kita dengar bahwa kriteria wanita yang layak dinikahi adalah karena: Bisa masak, bisa mencuci, bisa menyapu, pintar mengelola kekuangan, dan sebagainya. Tidak ada. Karena urusan tersebut memang sebenarnya bukan hanya menjadi tugas si wanita, namun si pria juga mesti paham. Setiap pekerjaan rumah tangga, baik mencuci, memasak, menyapu keduanya harus bisa menjalankannya.

Kenapa wanita dinikahi karena agamanya?
Karena wanita memegang posisi penting di dalam sebuah keluarga. Ia akan menjadi seorang Ibu yang bertugas menanamkan pendidikan kepribadian pada anak. Seorang Ibu yang baik tentu saja akan mendidik  anak-anaknya dengan baik pula –saya pakai kata mendidik, bukan mengajar. Ibu yang baik akan selektif ketika “memasukan” sesuatu hal kepada anaknya. Baik dalam hal makanan, pakaian, pendidikan agama, pendidikan umum dan ilmu-ilmu lainnya. Ibu yang baik juga akan menjaga anaknya agar tidak terkontaminasi dari bahaya-bahaya luar yang mengancam jiwa sang anak.

Selain menjadi Ibu bagi anaknya, wanita juga menjadi istri bagi suaminya. Istri yang baik, yang tentu saja karena agamanya baik, akan mencari tahu darimana nafkah yang diberikan oleh suaminya berasal. Apakah dari harta hasil korupsi, hasil pemberian orang yang ada maunya, atau nafkah halal yang memang benar-benar hasil jerih payah keringatnya? Istri yang baik akan menjaga kehormatan keluarganya. Ia akan menerima tamu diluar rumah apabila suaminya sedang berada di luar. Akan bersikap tegas apabila ada lelaki lain yang hendak mengganggu dirinya dan keluarganya.

Yang terjadi saat ini, kebanyakan urusan rumah tangga diserahkan kepada si wanita. Entah siapa yang mulai mengajarkannya. Di setiap agama apapun tidak pernah ada yang mengatakan bahwa segala urusan rumah tangga diserahkan pada si wanita. Urusan rumah tangga –menyapu, memasak, menyetrika adalah urusan bersama, si istri dan si suami.

Saya ingin menyampaikan bahwa yang namanya Law of Attraction itu berlaku. Bagi pria yang ingin memiliki istri yang pintar memasak maka mulailah dari sekarang untuk belajar memasak. Bila ingin memiliki istri yang pandai mengurus rumah tangga, maka mulailah untuk rajin-rajin membersihkan rumah, rajin mencuci piring, rajin mencuci pakaian sendiri –yang masih mahasiswa dan ngekost, maka rajinlah membersihkan kamar kost, mencuci baju sendiri tanpa laundry.

Dan bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, apabila di masa depan ingin memiliki menantu yang baik dan rajin, maka didiklah anak-anak mulai dari pekerjaan yang ringan. Mencuci piring, menyetrika pakaian, menyikat kamar mandi, menyapu, dan sebagainya. Percaya atau tidak, jika mulai dari kecil anak-anak sudah diajarkan begini, maka di masa depan jodohnya pun akan baik pula.

Bagi para wanita, memiliki ilmu yang tinggi itu mutlak. Bukan hanya ilmu agama saja, namun juga ilmu-ilmu umum juga. Bukan sekedar memiliki namun juga menguasai. Dengan ilmu yang tinggi, tentu saja anak akan dididik menjadi anak yang sholeh, berakhlak mulia, dan santun pada orang lain. Dengan ilmu yang tinggi, anak akan dididik menjadi manusia yang kritis, yang tidak mudah dipengaruhi orang. Maka, sedikit keliru apabila wanita yang berpendidikan tinggi itu nanti hanya sekedar bekerja dan memperoleh gaji tinggi. Dan sangat keliru mereka yang beranggapan bahwa sia-sia bila wanita berpendidikan tinggi hanya menjadi ibu rumah tangga. Ilmu mereka akan dipakai dalam kehidupan rumah tangga. Menanamkan kepribadian yang cemerlang bagi si anak itu jauh lebih baik dibanding dengan bekerja kantoran dengan gaji jutaan bahkan milyaran.

Leave a comment

Filed under Sosial

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s