Turbolenza – Follow The Flow

Hanya di langit lah kita bisa bebas

Hanya di langit lah kita bisa bebas

Sore itu secara tidak sengaja saya melihat foto menarik di facebook. Foto tentang orang yang melompat dari atas tebing yang tinggi. Saya buka profile akun tersebut. Ratusan foto dan puluhan video tentang para penerjun bebas tersebut membuat saya merinding. Bagaimana orang-orang seperti mereka mampu melakukan hal gila seperti itu? Bagi yang masih penasaran, bisa buka link ini >> Turbolenza.

Setelah saya kepo-in sedikit, ternyata Turbolenza adalah sebuah sebuah brand olahraga ekstrem dari Italia. Organisasi ini telah berdiri sejak tahun 2006 dan sudah melakukan penerjunan di berbagai tempat di dunia. Turbolenza awalnya melakukan olahraga terjuan payung, namun lama-lama mereka juga melakukan olahraga ekstrim lain, seperti terjuan dari atas gedung pencakar langit di kota-kota metropolitan dunia. Turbolenza  memiliki ratusan anggota penerjun top kelas wahid. Mereka siap mengeksplorasi tempat-tempat ekstrim baru di seluruh dunia. Menantang mereka yang mengaku dirinya sebagai manusia bebas untuk bergabung bersama. 

Selain sebagai organisasi penerjun, Turbolenza juga merupakan produsen pakaian olahraga, pakaian khusus atlit, penyelenggara event, pembuatan film dan sebagainya. Sebagai organisasi dan event organizer Turbolenza telah membantu orang-orang yang awalnya belum berani terjun hingga akhirnya ia menjadi atlet. Namun untuk menjadi atlet penerjun tidaklah mudah. Selain fisik yang sehat dan prima, mental pun tidak boleh diabaikan. Tidak mungkin bukan, ketika sedang terjun malah kencing dicelana. Hehehe😛

Turbolenza memiliki filosofi Follow The Flow – Ikutilah aliran. Bermakna bahwa untuk terbang dilangit, ikutilah aliran yang ada. Aliran yang dimaksud adalah angin. Dengan mengikuti angin, maksudnya melawan arah angin, maka tubuh kita akan terbang –teorinya seperti itu, entah benar atau ngga kalau sudah benar-benar terbang.

Mungkin suatu saat nanti kita perlu mencobanya. Terbang di langit, berdua. Atau kalau perlu, kita saling memasang cincin kita di atas awan sana? Ahh.. Mimpi di siang bolong. Hanya ada satu wanita diantara sejuta wanita, mereka yang mau diajak menikah di atas awan. Kalau di atas gunung sih masih mungkin. Lha.. ini, menikah di atas awan, sambil terjun payung pula. Ada yang mau menjadi yang pertama? Menjadi mempelai di Indonesia pertama yang menikah sambil terjun payung😀

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s