Tidak Ada Hal yang Lebih Penting di Dunia Ini Ketimbang Memiliki Sikap yang Benar

Inilah hidup. Masing-masing orang memiliki jalannya masing-masing. Bahkan seorang bayi yang masih dalam kandungan pun sudah memiliki jalan ceritanya sendiri. Dialah Alloh SWT yang telah menentukan benang merah kehidupan seorang anak manusia. Maka, tidak ada hak bagi seorang manusia untuk melarang-larang apa yang jadi keinginan manusia yang lainnya. Selama kebebasan itu tidak merugikan kebebasan manusia lainnya, selama tidak melewati koridor Tuhan, maka itu sah-sah saja.

Kehidupan akan selalu mengajarkan manusia untuk melalui proses pendewasaan. Maka tidak pernah tercatat dalam sejarah apapun, setiap hal yang berbau instan akan berakhir kebahagiaan. Cerita tentang Bandung Bondowoso, cerita Dayang Sumbi dan putranya serta berbagai cerita rakyat lainnya sudah cukup menjadi bukti bahwa setiap hal yang menggunakan cara-cara tidak wajar/instan untuk mencapai tujuannya sendiri tidak pernah berakhir bahagia. Nenek moyang manusia mewariskan ilmu, bahwa: Setiap hal yang diinginkan harus dicapai dengan perjuangan.

Perjuangan hidup setiap anak manusia berawal dari pikirannya. Karena dari pikiran lah nantinya akan terucap menjadi perkataan, terjadi menjadi perbuatan, lalu lama-lama menjadi kebiasaan. Kebiasaan akan melahirkan karakter dan karakter akan akan menentukan bagaimana perjuanganmu itu berlangsung. Manusia yang memiliki karakter yang baik dan kuat tentu dalam hidupnya akan selalu memiliki prinsip-prinsip hidup yang akan mengarahkan si manusia tersebut dalam jalan yang benar.

Tidak ada hal yang lebih penting di dunia ini ketimbang memiliki sikap yang benar. Bukan peristiwanya yang penting, tetapi sikap si manusia terhadap peristiwa itulah yang penting. Setiap manusia bisa saja mengalami peristiwa serupa, namun karakter dalam dirinyalah yang akan menentukan bagaimana sikapnya dalam menghadapi situasi tersebut.

Hanya orang-orang yang benar-benar mengerti tentang kehidupan yang sanggup menatap kehidupan dengan gagah berani. Menantang semua perbedaan yang ada. Menjalani hidup untuk hidup yang selanjutnya. Hidup manusia di dunia ini bukanlah akhir segalanya. Ia adalah alam kedua setelah rahim. Alam manusia masih lebih jauh lagi, ribuan tahun di alam kubur, dan ratusan ribu tahun di alam akhirat. Maka, para orangtua yang berkata bahwa bidup ini hanya sekedar mampir minum, itu benar adanya.

Tidak ada yang tahu kapan limit umur manusia itu berakhir. Tidak ada yang tahu sudah setinggi apa gunung dosanya. Tidak ada yang tahu sudah seberapa banyak amal pahalanya. Mungkin sudah segunung atau baru seonggok rumah undur-undur. Yang diketahui secara pasti hanyalah, A ini amal baik, B ini amal buruk. Maka kerjakanlah yang sudah pasti-pasti itu.

Leave a comment

Filed under Inspirasi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s