Negeri Pagi

Mentari pagi dari Gunung Sumbing

Mentari pagi dari Gunung Sumbing

Di sebuah hari ada sepotong waktu bernama pagi. Tempat dimana mentari terbit dan manusia berdiaspora mencari penghidupan untuk memenuhi udelnya. Pagi selalu menghadirkan cerahnya mentari –kecuali ketika mendung, tentunya. Namun cerahnya mentari pagi tentu tidaklah sama setiap harinya. Ada yang cerah menyengat, ada yang cerah menghangatkan, ada pula yang cerah menggigilkan. Tidak pernah ada pagi yang sama di setiap harinya.

Pagi hari tulisan di timeline twitter selalu diisi dengan kata-kata sapaan yang mesra. Tidak ketinggalan pula kalimat motivasi ikut berlomba memenuhi kolom TL paling atas. Para penghuni twitterland begitu semangat ketika pagi. Ada yang berpamitan ingin joging, berangkat kerja, atau akan melanjutkan tidur karena baru selesai menyelesaikan pekerjaanya subuh tadi. Semua sibuk dengan urusan masing-masing. Berlomba memamerkan kegiatannya supaya dibilang eksis.

Aku memimpikan sebuah negeri dimana waktu berjalan hanya ketika pagi hari. Semua orang bersemangat, semua orang menyapa saudara-saudaranya, semua orang terlihat ceria. Di “Negeri Pagi” mentari tidak pernah akan naik ke atas, ia akan melulu berada di ufuk timur. Bersinar dengan hangatnya. Menemani ibu rumah tangga yang menjemur cuciannya, menemani petani yang hendak pergi ke sawah, menemani para pensiunan untuk menikmati kopi dan pisang gorengnya, menemani muda-mudi berjoging dan berangkat kerja dengan giatnya. Tidak ketinggalan pula para nelayan dengan sumringahnya pulang membawa hasil tangkapan mereka.

Di negeri pagi, semua orang akan kelihatan rapi lagi wangi –kecuali yang malas mandi. Mata membelalak lebar dan tenaga full power. Orang-orang bersemangat menyambut harinya. Anak-anak riang gembira bermain di lapangan menunggu bel sekolah berbunyi. Tidak kelihatan raut muka lelah di wajahnya. Semua bersemangat, tersenyum, dan selalu optimis.

Aku memimpikan negeri tersebut, ketika waktu hanya berjalan pagi hari saja. Tidak ada namanya siang yang terik, sore yang temaram, dan malam yang gelap. Kebahagiaan akan menemani para penghuni negeri tersebut. Keceriaan akan selalu hadir di wajah semua orang. Tidak ada muka letih, tidak ada muka pesimis, semua berbahagia di negeri tersebut.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s