Setelah Dimiliki Tak Lagi Indah

Yang masih belia merindukan jadi dewasa.
Yang dewasa merindukan kembali jadi anak-anak.

Yang masih SMA merindukan segera kuliah.
Yang sudah kuliah merindukan kembali SMA.

Yang masih kuliah ingin segera lulus.
Setelah lulus dan bekerja ia ingin kembali lagi ke masa kuliah.

Yang masih jomblo pingin punya pacar.
Yang sudah pacaran berpikir bahwa lebih enak menjomblo.

Masa pacaran ingin segera menuju ke pelaminan.
Setelah menikah ingin ke kembali ke masa lajang.

Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.

Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Ia yang berkulit gelap mengagumi yang berkulit putih.
Ia yang berkulit putih mengagumi yang berkulit gelap.

Yang berambut keriting ingin rambutnya lurus.
Yang rambutnya lurus pergi ke salon untuk mengkeriting rambutnya.

Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.

Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai, mencari ketenangan.

Kebahagiaan tidak pernah ada, sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki. Namun setelah dimiliki tidak lagi indah.

Lalu, kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki?

SYUKURI apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.

 

Leave a comment

Filed under Inspirasi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s