Ranting Berduri

Di suatu kesempatan seorang Guru sedang duduk bersama seorang Muridnya. Sang Guru memulai perbincangan.

“Wahai Muridku maukah engkau aku beritahukan salah sebuah hikmah kehidupan dari banyaknya hikmah kehidupan yang bertebaran di bumi dan langit Allah ini?”.
“Ya, Guru. Saya mau. Apakah itu?”.
Sang Guru menjawab, “Carilah duri atau ranting pohon yang ada di jalanan. Jika engkau telah menemukan duri atau ranting pohon di jalan maka singkirkanlah, setelah itu duduklah engkau di pinggir jalan tersebut sebelum matahari terbenam, kemudian pulanglah dan temuilah diriku di masjid.”

Sang Murid yang masih agak kebingungan, akhirnya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Gurunya. Dia mencari duri atau ranting pohon yang berada di tengah jalan,  lalu disingkirkannya ke tempat yang nantinya tidak ada orang yang terganggu dengan ranting penuh duri itu. Sang Murid langsung mengerjakan tugas selanjutnya yaitu duduk di pinggir jalan tepat dimana ranting berduri tadi ia ambil dari tengah jalanan.

Sekian lama duduk di pinggir jalan, semakin ia bingung dengan apa yang diperintahkan Sang Guru. Semenjak ia menyingkirkan ranting berduri hingga menjelang matahari terbenam, yang ia lihat hanyalah orang-orang yang berjalan lalu-lalang. Tidak ada hal aneh yang ia rasakan. Perasaan ini terus berlangsung hingga matahari hampir terbenam.

Setelah selesai Sholat maghrib berjama’ah dan berdzikir, Sang Murid langsung menemui Sang Guru yang memang telah menunggunya di Masjid.

“Wahai Guruku, tugas yang telah engkau perintahkan kepadaku telah aku jalankan, apakah hikmah yang ingin engkau sampaikan kepadaku wahai Guruku?”, kata Sang Murid dengan mimik wajah penuh pertanyaan.

Sang Guru pun menjawabnya, “Wahai Muridku, sungguh perbuatan yang engkau lakukan adalah perbuatan yang mulia, perbuatan yang dianggap remeh oleh banyak orang saat ini, perbuatan yang terlihat kecil di pandangan mata, akan tetapi sangat besar dihadapan Allah.”

Gurunya melanjutkan, “Satu hikmah yang ingin aku beritahukan kepadamu adalah apakah ketika engkau menyingkirkan ranting berduri tersebut dan kemudian engkau berdiri di pinggir jalan dan kemudian banyak orang yang berlalu lalang di jalanan tersebut adakah terngiang di hatimu agar orang-orang yang berlalu tersebut mengucapkan terima kasih kepadamu atau bahkan memberikan imbalan atas apa yang engkau lakukan tersebut?”.

Sang Muridpun menjawab, “Wahai Guruku, ketika melakukan itu semua dan melihat banyak orang yang berlalu melewati jalan di depanku tidak ada sama sekali terbersit di dalam hatiku agar nantinya ada orang-orang yang mengucapkan terima kasih kepadaku bahkan memberikan imbalan atas apa yang telah aku lakukan tersebut, demi Allah.”

Dengan mata bersinar Sang Guru akhirnya menjalaskan apa hikmah yang tersembunyi dari apa yang telah diperintahkannya kepada Muridnya, “Wahai Muridku, engkau telah menemukan hikmah dari apa yang telah aku perintahkan kepadamu. Yaitu senantiasalah engkau berbuat baik dimanapun engkau berada, sekecil apapun itu. Dan janganlah engkau mengharapkan sepatah kata terimaksih pun dari lisan orang-orang yang telah engkau bantu. Biarlah Allah yang akan membalas semua perbuatan baikmu. Biarlah Allah yang akan mengucapkan terima kasih kepadamu. Dan jadilah engkau orang-orang yang mengharapkan imbalan dari Allah yaitu berupa ampunanNya.”

*Sharing dari Grup Line #RumahSTIFIN

Leave a comment

Filed under Inspirasi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s