Teroka – Meneroka – Peneroka

Foto: tvguide.co.id

Foto: tvguide.co.id

Teroka adalah sebuah program acara di Kompas TV. Berbentuk cerita petualangan dan penjelajahan sudut-sudut nusantara yang belum pernah terjamah oleh media. Acaranya begitu menginspirasi dan membuka wawasan, bahwa memang kita seharusnya bangga terhadap Indonesia. Ingat! Bangga terhadap Indonesia, bukan pada oknumnya.

Iseng-iseng mencari arti kata “teroka”, akhirnya saya mencoba googling mencari padanan katanya. Dari website istilahkata.com saya mendapatkan arti kata teroka.

te-ro-ka (kata kerja), me-ne-ro-ka (kata kerja) >> membuka daerah atau tanah baru (untuk sawah, ladang, dsb); merintis; menjelajahi: para transmigran ~ hutan belantara untuk dijadikan kampung;
pe-ne-ro-ka (kata benda) >> pembuka daerah atau tanah baru; pembuka jalan; perintis

Kata ini mungkin masih asing terdengar di telinga kita. Dan bagi yang biasa menonton TV pun sebatas tahu bahwa kata ini adalah judul program TV, padahal maknanya lebih dari itu. Teroka merupakan sebuah kata yang bila dianalogikan ke dalam sebuah karakter manusia maka ia adalah seorang pencipta sejarah. Bisa saja kita menyebut Raffles adalah peneroka menuju penemuan Bunga Rafflesia Arnoldi. Atau Christopher Columbus yang merupakan peneroka menuju pengetahuan bahwa bumi itu bulat. Atau

Peneroka adalah seorang perintis, pembuka jalan atau bisa disebut sebagai orang yang membuka tabir kegelapan. Ia membuka wawasan bagi sebuah hal yang selama ini belum pernah dijamah orang –kalaupun pernah dijamah tetapi masih terbatas sekali. Peneroka adalah orang yang berani mengambil jalan sepi, penuh onak duri, gelap dan tidak ada siapapun disana, kecuali dirinya sendiri. Ia menepis segala cacian orang, menutup telinganya rapat-rapat terhadap hal yang membuat semangatnya kendor. Ia lebih suka membuka mata dan telinga untuk hal-hal yang ia yakini bahwa jalan yang ia tempuh saat ini adalah demi kebaikan umat manusia.

Siapkah diri kita menjadi seorang peneroka? Pencari jalan bagi dirinya sendiri, jalan yang ia yakini bahwa inilah jalanku, inilah passion-ku, inilah takdirku. Dan lebih dari itu, menjadi seorang peneroka bagi seluruh umat manusia. Membuka pikiran para petani yang hanya berpikir hanya menanam dan menjual tanpa pernah memberi nilai lebih. Membuka pikiran para pemulung yang hanya mengumpulkan kardus dan botol air mineral bekas tanpa pernah mengolahnya menjadi produk lain yang bernilai jual tinggi. Membuka pikiran para nelayan yang hanya menangkap ikan di laut lalu menjualnya di pasar. Di Indonesia ini perlu sekali peneroka-peneroka baru, yang berani mengambil jalannya sendiri. Berjuang untuk kebaikan masyarakat Indonesia.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s