Hati-hati Penipuan di Bulan Puasa

Penipuan tidak mengenal waktu, entah itu di bulan biasa atau di bulan puasa. Kewaspadaan mesti dijaga kapan pun dan dimana pun. Terutama di bulan puasa seperti ini, dimana sebagian orang kelihatannya lengah karena berpikir orang-orang jahat pun akan bertaubat. Biasanya juga kebanyakan orang saat bulan puasa seperti ini membutuhkan banyak uang untuk keperluan lebaran. Jadi, banyak yang membuka usaha menjual kue-kue lebaran, usaha baju muslim, berjualan kurma, dan sebagainya. Begitu ada orang yang menanyakan perihal tentang barang jualannya, ia pasti akan kegirangan. Berharap yang bertanya ini akan jadi membeli. Faktor psikologis inilah yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Kejadian ini dialami oleh sahabat saya, Febri namanya. Ceritanya begini.

***

Hari Kamis, 4 Juli 2013 Febri memasang iklan di beberapa iklan baris gratis. Iklan tersebut berisi tentang usaha kue lebaran. Pada hari Sabtu, 6 Juli 2013, ada seorang Ibu yang menelepon mau memesan kue lebaran. Setelah ditanya, rencananya si Ibu mau memesan 6 macam kue, masing-masing 15 toples. Totalnya ada 90 toples yang katanya akan diberikan kepada karyawan perusahaannya sebagai THR.

“Berapa total uangnya, Pak?”, si Ibu bertanya di telepon.
“Rp 4.050.000 Bu”, jawab Febri.
“Kalau DP 50% dulu bisa, Pak?”.
“Bisa, Bu”.

Setelah itu si Ibu meminta nomor rekening milik Febri. Si Ibu meminta nomer rekening Bank Mandiri, tetapi karena Febri tidak punya, ia menawarkan rekening Bank Syariah Mandiri (BSM). Febri pun berpesan apabila uangnya sudah ditransfer mohon segera konfirmasi, sekalian SMS juga nama dan alamat lengkap si Ibu tersebut.

Si Ibu mengaku bernama Fitri Aryani dengan alamat Jl. Nginden Semolo No. 157, Surabaya 60118. No HP 085656336714 dan 085311873877.

Hari Sabtu pukul 14.00 si Ibu bilang mau transfer DP 50% atau sekitar Rp 2.025.000. Pada waktu itu Febri sedang ada acara di luar. Pukul 14.00 si Ibu menelepon.

“Pak Febri, uang sudah saya transfer ke rekening BSM”.
“Oke, nanti saya cek Bu. Tapi saya sekarang masih ada acara”.
Febri menjawab singkat. Setelah itu si Ibu mematikan teleponnya.

Setelah acara selesai, Febri mencari ATM BSM terdekat. Setelah dicek dan ganti PIN ATM, ternyata uangnya belum masuk. Febri langsung pulang ke rumah dan sholat magrib. Setelah sholat Febri mengirim SMS ke Ibu Fitri.

Bu,uang transfernya belum masuk.

Tiba-tiba si Ibu langsung telepon.

“Pak Febri, uangnya sudah masuk belum?”.
“Belum masuk, Bu”.
“Pak, saya transfer dari rekening perusahaan lewat Bank Mandiri biasa. Saya ingin Pak Febri bisa bekerjasama, silahkan bapak cek lewat ATM Bank Mandiri biasa saja”.
“Baik, Bu. Akan saya cek”.
“Kira-kira butuh waktu berapa lama sampai ke ATM, Pak?”.
“Sekitar 10 menit, Bu”.

Febri langsung naik motor dan menuju ke ATM Bank Mandiri terdekat dari rumahnya. Begitu sampai di ATM si Ibu telepon lagi.

“Pak Febri, sudah sampai di ATM?”.
“Sudah, Bu”.
“Tolong teleponnya jangan di matikan ya!”.
“Iya, Bu”.
“Silahkan Pak Febri ikuti perintah saya!”.

Febri mengikuti perintah si Ibu sampai pada tahap Cek Saldo.

“Saldonya berapa, Pak? Sudah masuk belum uang tansferan saya?”.

Waktu itu Febri menekan tombol perintah Cek Saldo, ternyata tidak bisa. Tiba-tiba kartu ATM-nya keluar lagi. Kejadian ini terjadi berulang kali. Ternyata rekening Febri terblokir karena salah memasukkan PIN. Waktu di ATM BSM sore tadi Febri baru saja ganti PIN. Pada waktu itulah justru Febri terselamatkan. Si Ibu terus mendesaknya untuk terus mencoba mengetahui uang transferannya. Berkali-kali Febri keluar masuk ATM seperti orang bingung. Sampai akhirnya Febri bertanya pada satpam yang menjaga ATM tersebut.

“Maaf, Pak. Mau tanya, kalau rekening BSM cek saldo di Mandiri bisa tidak, Pak?”.
“Bisa, Mas. Semua bisa kok”.

Febri lalu menceritakan kronologinya.

“Hati-hati, Mas. Itu penipuan, kemarin juga sama. Ada yang sampai tertipu 20 juta. Si penipu memberi iming-iming pada korban dengan hadiah”.
“Oke, Pak. Terima kasih banyak ya, Pak”.

Akhirnya Febri tahu bahwa ini adalah modus penipuan. Namun strateginya berbeda. Selanjutnya Ibu Fitri ini tetap telepon Febri. Sampai akhirnya Bu Fitri menyambungkan teleponnya dengan Mandiri Call Center. Karena sudah tahu kalau itu penipuan, Febri tetap menanggapinya dengan tenang. Biarin supaya pulsanya habis sekalian. Selanjutnya si Ibu juga bertanya apa Febri punya nomer telepon flexi, untungnya tidak ada.

Seandainya Febri tertipu, ia pun tidak akan rugi. Saldo ATM-nya di BSM -23.000. Malah si Ibu yang akan menanggung uangnya yang minus 23.000 ribu tersebut. Febri pulang ke rumah sambil tertawa dalam hati.

Ketika Febri sampai di rumah, si Ibu telepon lagi. Akhirnya Febri pun meladeni juga.

“Maaf, Bu. Rekening saya terblokir”.
“Pak Febri, punya rekening lain tidak selain BSM?”.
“Ada, Bu. BNI dan BRI”.
“Tolong kirimkan nomer rekeningnya ya, Pak. Supaya nanti saya tarik kembali uang yang saya transfer dan saya alihkan ke rekening bapak yang lain”.
“Oke, Bu. Nanti saya SMS nomer rekeningnya”.

Ba’da sholat Isya mengirim SMS nomor rekening BRI-nya. Lalu Febri pergi berbelanja ke supermarket. Saat sampai di supermarket, si Ibu menelepon lagi.

“Pak Febri, uangnya sudah saya transfer ke rekening BRI, silahkan di cek ya, Pak”.
“Baik, Bu. Tapi saya sedang belanja di swalayan”.
“Kira-kira berapa menit Pak Febri bisa sampai ke ATM BRI?”.
“Sekitar 10 menit, Bu. Tapi saya selesaikan dulu belanjanya ya!”.

Begitu selesai berbelanja, Febri keluar dan menuju ATM BRI. Untungnya lagi ATM-nya Offline. Ia terselamatkan lagi. Akhirnya Febri pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, si Ibu menelepon lagi. Karena sudah tahu ini penipuan, Febri menanggapinya dengan kalem.

“Pak Febri, sudah sampai mana?”.
“Ini sudah di depan ATM, Bu”. (padahal di dalam kamar)
“Tolong teleponnya jangan di matikan ya, saya akan menghubungkan langsung dengan Mandiri Call Center”.
“Baik, Bu”.

Terdengar suara bapak-bapak yang mengaku dari Mandiri Call Center.

“Apa benar ini dengan Pak Febri?”.
“Iya, benar Pak”.
“Pak Febri silahkan ikuti perintah saya!”.
“Baik, Pak”.
“Silahkan bapak masukkan kartu ATM dan PIN-nya!”.
“Sudah, Pak”. (pura-pura di depan ATM)

Sampai instruksi cek saldo Febri bisa menghafal prosesnya, namun ketika instruksi berikutnya ia tidak bisa jawab. Febri pura-pura berkata, “Mohon maaf, Pak. Bisa di ulangi lagi?! Kurang terdengar jelas disini”. Karena sudah tidak tahu mau menjawab apa layaknya orang di depan layar ATM, Febri pun menjawab.

“Bapak ini mau MENIPU saya ya?”.

Tiba-tiba HP-nya di matikan. Nomer telepon Ibu Fitri juga sama, langsung mati. Febri kemudian mengirim SMS ke Ibu Fitri dengan kalimat mengancam.

“Terima kasih ya, Bu. Nomor telepon Ibu sudah kami lacak beserta posisinya. Tetap di lokasi saja, menunggu polisi datang. Oke!!”.

Febri tersenyum gembira. Semoga bermanfaat

4 Comments

Filed under Cerita Pribadi

4 responses to “Hati-hati Penipuan di Bulan Puasa

  1. aku juga baru ditelpon sama itu orang =)) siang tadi ,tapi hati gak tenang karena dulu alami hal yang sama dengan orang yang berbeda .ternyata hati kecil saya benar. dia penipu, search di google nemu thread ini ,selamat saya selamat .
    makasih sharenya ,kalo di saya dia ngakunya Retno alamatnya di kejaksaan negeri bandung jl jakarta no 42 .
    btw nama saya febby -___-” ko yg namanya “Feb..Feb” pada kena tipu ya :s

    • Nah, kita mesti hati-hati mba. Apalagi bagi kita yang biasa memajang nomer telepon di dunia internet, mesti waspada setiap saat. Gendam dan hipnotis via telepon tidak pernah ada matinya.
      Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin🙂

  2. WAH… terimakasih infonya..
    saya juga mengalami hal yang sama.
    no. nya sama pula.085311873877
    dia ngakunya namanya Fitri yani, alamat di jl abdurahman saleh 28 semarang.

    pesen bros 450 buah, dp 800.000, katanya sudah dikirim, begitu di cek pake sms banking g ada.
    trus katanya dia juga tadi mau transfer pake sms banking g bisa makanya dy suruh karyawannya.

    saya check ke atm. nggak ada juga. dy telp lagi katanya mau hub mandiri di suruh tunggu 2 menit, trus saya di suruh ngomong sama orang mandirinya. saya minta resinya aja ga dikasih. ,

    2 menit kemudian telp lg. trus katanya disambungin ke orang mandirinya.
    saya tetep minta resinya langsung dimatiin.

    emangnya kita masih hidup di jaman batu kali ya, mau dikadalin gitu terus.. hahaha
    kalo resi hilang kan bisa cetak resi mutasi nya..
    kedata semua tuh sekalian ma jamnya..

    hampir aja.. -_-!

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s