Manusia Harus Punya Tujuan Agar Bisa Hidup

Seseorang yang hidup pastinya memiliki tujuan. Seorang siswa sekolah memiliki tujuan hidup sederhana, yaitu lulus sekolah kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Seorang mahasiswa yang kuliah pastinya memiliki tujuan, yaitu lulus kuliah –meski harus kuliah selama 7 tahun, sampai dosennya bosan lalu meluluskannya. Orang tua rela membanting tulang siang malam karena adanya suatu tujuan, ia harus memastikan anaknya tidak boleh kelaparan malam ini. Bahkan orang yang kita anggap gila sekalipun, sesungguhnya ia memiliki tujuan hidup meski sederhana, yaitu perutnya kenyang.

Ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi, dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.

Seorang manusia yang memiliki tujuan hidup yang jelas, pasti akan memiliki kekuatan untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Kecuali kalau ia memang tidak bersungguh-sungguh untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Banyak orang yang mengatakan ia ingin jadi orang sukses, tapi kelakuan kesehariannya tidak menunjukkan bahwa ia akan menjadi orang sukses.

Ada sebuah kekuatan tersembunyi dalam diri manusia yang akan muncul tatkala ia tahu dengan benar tujuan hidupnya. Apakah tujuan hidupmu saat ini?

Lulus kuliah?
Sembuh dari sakit hati?
Diterima kerja di perusahaan bonafit?
Memiliki pasangan hidup yang cantik, kaya, anak tunggal pula?
Bebas finansial di usia 40 tahun?
Mati masuk surga?

Agar lulus kuliah apakah engkau sudah berjuang bersusah payah? Menunggui dosen pembimbingmu sepanjang hari? Atau kerjaanmu hanya tidur-tiduran sepanjang pagi sampai siang, lalu malamnya begadang dan melakukan pekerjaan yang tidak penting.

Engkau saat ini sedang sakit hati, baru diputusin oleh kekasih. Ditinggal selingkuh dengan wanita/pria lain yang sesungguhnya ia sahabatmu sendiri, sakit bukan? Engkau ingin sembuh dari sakit hati tersebut, tapi apa kelakuanmu setiap hari? Menangisinya kah? Mengurung diri di kamar kah? Atau menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif yang jauh lebih penting dibanding memikirkan orang lain yang belum tentu akan menjadi pendamping hidup di masa depan.

Engkau ingin diterima kerja di perusahaan bonafit, oil company misalnya. Apakah pengetahuanmu sudah menunjukkan bahwa engkau layak diterima di oil company? Kalau belum, apakah usahamu sekarang sudah menuju kesana? Atau masih biasa-biasa saja?

Begitu seterusnya sampai pada pertanyaan terakhir. Apakah benar bahwa kita memang benar-benar menginginkan mimpi-mimpi tersebut terwujud? Ataukah hanya sekedar mimpi, biar dirimu sendiri tidak merasa minder karena mimpinya terlalu rendah. Ahh.. manusia, pembahasannya memang tidak pernah ada habisnya.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s