Minum Susu di Bulan Ramadhan

Minum Susu di Bulan Ramadhan

Minum Susu di Bulan Ramadhan

Puasa adalah proses menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Bila dilihat dari ilmu gizi, puasa akan mengurangi asupan gizi (energi) yang masuk ke dalam tubuh, sekitar 20-30 persen. Namun dari aspek kesehatan, puasa akan memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh pelakunya. Bahkan puasa dijadikan sebagai salah satu upaya terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit degeneratif di beberapa negara maju.

Beberapa hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa puasa dapat memperbaiki profil kolesterol darah, yaitu menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), serta menaikkan kadar HDL (kolesterol baik). Hal ini terkait erat dengan perubahan pola dan frekuensi makan, sehingga asupan lemak menjadi jauh berkurang. Kadar kolesterol total darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah, sehingga menimbulkan aterosklerosis.

Aterosklerosis merupakan cikal-bakal timbulnya penyakit kardiovaskuler (PKV), yaitu suatu penyakit yang berhubungan dengan fungsi jantung dan pembuluh darah. Bila penyumbatan terjadi di otak akan menyebabkan stroke dan bila terjadi di daerah jantung menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK). Aterosklerosis juga memicu timbulnya hipertensi (tekanan darah tinggi).

Puasa dapat mengurangi terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke yang dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa puasa akan menekan produksi radikal bebas sekitar 90 persen dan meningkatkan antioksidan sekitar 12 persen. Jadi, dengan berpuasa berarti akan meningkatkan daya tahan tubuh (sistem imun).

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa perut sebaiknya diisi sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk udara pernapasan. Selama berpuasa, aturlah agar cairan yang diminum tetap sekitar 8 gelas per hari, seperti pada hari biasa. Caranya adalah: minumlah 2 gelas pada saat berbuka, 4 gelas setelah shalat tarawih hingga menjelang tidur, 1 gelas saat bangun tidur untuk sahur, dan 1-2 gelas lagi setelah sahur menjelang imsak. Cairan yang diminum dapat berupa air putih, teh, kopi, jus buah, dan susu cair. 

Strategi pemenuhan energi dalam sehari selama berpuasa adalah: 10-15 % saat berbuka, 30-35 % setelah shalat maghrib, 10-15 % setelah shalat tarawih, dan 40-45 % saat sahur. Pada saat sahur sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks (seperti nasi), sumber protein (seperti susu), dan sumber serat (sayuran dan buah-buahan). Konsumsilah susu minimal 2 gelas sehari, terutama menjelang tidur dan saat sahur. 

Sumber: http://www.mymilk.com
Ditulis oleh: Prof. Dr. Ir. Made Astawan, My Milk’s Nutriotionist

1 Comment

Filed under Sosial

One response to “Minum Susu di Bulan Ramadhan

  1. Informasinya bagus gan buat nambah pengetahuan. terimakasih banyak ya

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s