Bila Sikapmu Tidak Berubah, Maka Hidupmu juga Tidak Akan Berubah

Kita mampu berubah melebihi dari apa yang pernah kita bayangkan sebelumnya

Kita mampu berubah melebihi dari apa yang pernah kita bayangkan sebelumnya

Ada kalanya semangat akan turun, melebihi dari yang pernah kita alami sebelumnya. Kenapa semangat itu bisa turun? Apa penyebabnya?

Ada kalanya juga semangat begitu membara, apa pun resikonya, kita harus tetap melaju. Apa penyebabnya?

Semua hal tersebut ada dalam dirimu. Bagaimana kita mampu menemukan suatu hal, suatu ‘bara dalam sekam’ dalam diri, yang sebenarnya dengan sedikit tiupan angin akan menjadi kematian, dan sebaliknya bisa menjadi ledakan.

Semangat seseorang tidak bisa diperoleh melalui seminar motivasi, tidak bisa diperoleh melalui terapi, jika yang bersangkutan sendiri tidak memiliki keinginan kuat untuk memperoleh semangat tersebut. Kerja keras, semangat, dan perjuangan ditentukan oleh kita sendiri. Seberapa kuat kita menginginkan hal tersebut menjadi milik kita.

Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya, ada perumpamaan yang namanya ‘kebelet aja atau kebelet banget‘. Ya, entah itu kebelet kencing, kebelet berak, atau kebelet yang lainnya. Ketika mengikuti pelajaran di dalam kelas, entah itu sekolah atau kuliah, kita semua pasti pernah merasa kebelet. Ada kalanya kebelet tersebut bisa kita tahan, karena memang tidak begitu kebelet. Namun ada kalanya juga kebelet tersebut tidak bisa ditahan-tahan lagi, itulah yang dinamakan kebelet banget. Bahkan, saat mengikuti pelajaran dengan dosen yang paling killer sekalipun, bila sudah kebelet banget, mau diancam pakai nilai E pun kita akan tetap keluar kelas dan membuang penyebab kebelet tersebut.

Jadi saat ini, berada di posisi manakah kita? Cuma sekedar kebelet, atau kebelet banget?

Kita tidak mungkin harus menunggu sakaratul maut menjembut untuk berubah jadi muslim yang baik.
Kita tidak mungkin harus menunggu sampai jatuh miskin untuk berubah jadi pekerja keras.
Kita tidak mungkin harus menunggu orangtua sekarat untuk berubah jadi anak yang berbakti.
Kita tidak mungkin harus menunggu sampai semester 14 untuk berubah jadi anak yang rajin mengerjakan skripsi.

Sikap menunggu inspirasi harus diubah menjadi mencari inspirasi.
Sikap pesimis harus diubah menjadi sikap optimis dan kerja keras tiada henti.
Bila sikap kita tidak kita ubah, maka masa depan, bahkan hidupmu pun tidak akan berubah.

Leave a comment

Filed under Inspirasi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s