Mencari Jati Diri #1

Aku berjalan,
mengukur jalanan tanah berdebu,
menebar pandang ke sekeliling,
tanaman singkong yang ditanam di tegalan berumur kurang dari tiga bulan,
ditemani tukang ngarit,
ditemani terik siang selepas dhuhur.

Aku berjalan,
mencari tahu siapa diriku,
untuk apa aku dicipta,
untuk apa aku ada.

Sejak lahir orangtuaku tidak pernah menjelaskan siapa aku,
keturunan dari siapa,
berasal dari mana,
dan hendak pergi kemana,

Aku bertanya pada diri,
aku ini siapa,
apa aku ini kadal,
ataukah kodok,
ataukah babi,
ataukah burung.

Aku perlu mengerti siapa aku,
agar aku tahu bagaimana caranya aku berjalan,
agar aku tahu kemana aku harus pergi,
agar aku tahu siapa yang akan kutemui,
agar aku bisa memperkirakan kapan aku akan sampai.

Karena jati diri kodok berbeda dengan kadal, berbeda dengan babi, berbeda dengan burung.

Kadal berjalan sambil menjulur lidah,
tentu berbeda dengan kodok yang berjalan sambil melompat,
berbeda lagi dengan babi yang berjalan menunduk,
dan jauh lebih berbeda lagi dengan burung yang berjalan dengan terbang.

Aku masih terus berjalan,
menyusuri jalanan di tengah sawah,
siang semakin terik,
saung di tengah tegalan memanggil.

Ahh.. ada saung, barangkali aku bisa istirahat disana

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s