Tentang Kesombongan, Neraka, dan Syariat

Neraka adalah seburuk-buruk tempat dari tempat yang paling buruk sekalipun di bumi ini. Alloh SWT berfirman, tentang orang-orang yang dijamin masuk neraka, salah satunya yaitu mereka, orang-orang yang bersikap sombong.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡہَآ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’rof:36)

Barangsiapa yang bersikap sombong dan tidak mau beriman kepada Alloh SWT, dia akan masuk neraka selama-lamanya. Begitu juga bagi mereka yang menyombongkan diri, tidak mau beribadah kepada Alloh, tidak mau menjalankan kewajibannya, tidak mau menjauhi larangan-Nya, maka neraka Jahanam adalah tempatnya.

Dari Ibnu Mas’ud r.a. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak masuk surga, orang yang di dalam hatinya masih terdapat sebiji zarrah dari kesombongan“.
Para sahabat kaget mendengar berita tersebut. Mereka khawatir karena sesungguhnya sifat jumawa itu ada dalam diri setiap manusia.
“Wahai Rasulullah, bagaimana dengan kami yang suka memakai pakaian bagus, rumah yang bagus, bukankah itu akan menimbulkan sikap kebanggaan bagi si pemiliknya?”.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Alloh baik dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia (orang lain)“. (HR Muslim)

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, sesungguhnya sombong adalah sikap merasa tinggi dan merendahkan orang lain, di hatinya tidak menerima kebenaran, meremehkan orang lain, merasa lebih tinggi, merendahkan orang lain, serta tidak memiliki watak yang mengarahkannya pada kebaikan.

 

Karena ini bulan Ramadhan maka kita ambil contoh tentang kewajiban berpuasa. Sebagaimana tertulis dalam QS Al Baqarah 183, puasa ini diwajibkan kepada orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang mengakui Alloh sebagai Tuhannya. Dan bagi orang yang sudah tahu tentang ayat ini namun tidak mau mentaatinya, maka baginya adalah neraka. Terkecuali bagi mereka yang memang tidak diberikan kelonggaran tidak berpuasa seperti orang yang sakit parah, orang yang sudah tua, musafir, orang yang sedang hamil dan menyusui serta orang yang bekerja begitu berat.

QS Al Baqarah 183 mengatakan dengan jelas mengenai kewajiban ini. Namun coba kita mundur 5 ayat dari 183 ini, yaitu ayat 178-179, tentang kewajiban Qishash atau hukuman mati bagi pembunuh.

Wahai orang-orang yang beriman, qisas diwajibkan atasmu berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka, barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabbmu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah: 178-179).

Dalam surat yang sama, dan hanya terpaut 5 ayat, sama-sama menceritakan suatu kewajiban. Satunya kewajiban berpuasa, yang saat ini sedang kita jalankan, satunya lagi kewajiban menghukum mati seorang pembunuh. Bagaimanakah hukumnya?

Apakah benar kita sudah menjalankan syariat Islam secara penuh? Atau setengah-setengah? Atau malah baru 1% dari keseluruhan yang ada? Tidak menjalankan secara penuh syariat yang ada, adakah tanda-tanda kesombongan kita disana?

*Cerita ini saya tulis berdasarkan hasil ceramah tarawih tadi malam di Masjid Kampus UGM. Ada beberapa bagian yang saya lupa sehingga tidak bisa tertulis semuanya.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s