Educated atau Certified?

Bekal untuk bisa bertahan dalam kehidupan, manakah yg lebih penting? Educated atau certified?

Sebenarnya waktu telah membuktikan, pendidik terbaik bagi seorang anak manusia adalah dirinya sendiri.

Mengapa begitu?

Karena manusia mendidik tulus dirinya, semata ingin menjadi seorang yang lebih baik dan matang dalam menjalani serta menikmati tantangan-tantangan kehidupan. Bukan sekedar ingin mendapatkan deretan nilai A dalam traskrip akademiknya atau sebuah status cumlaude dalam lembar ijazahnya. Nilai dan status adalah bonus atas konsistensinya dirinya dalam menjalani sebuah proses.

Ketika kita benar-benar tulus mendidik diri sendiri, maka kita tidak akan merasa khawatir akan nilai kita yang buruk. Karena itulah kehidupan, ia tak menilai sesuatu hanya dari hasil semata, tapi ia menilainya dari seberapa keras seorang anak manusia berjuang untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Wahai pendidik diri.
Tetap tegakkan pandangmu, tak peduli seberapa rendah tempatmu berpijak saat ini.
Wahai pejuang kehidupan.
Tetap bentangkan cakrawalamu, tak peduli seberapa gelap awan yang siap menerkammu saat ini.

Karena di sana…

Di sana akan ada sinar merengkuh yang tersenyum dari balik kelamnya horizon sebuah kehidupan.

Teruntuk saya sendiri yang sedang mengerjakan skripsi yang tak kunjung usai. Saya percaya, kehidupan tidak ditentukan oleh deretan nilai A, tapi ditentukan bagaimana cara kita memperoleh nilai A tersebut.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s