Analogi Tamu dan Doa

Analoginya begini.
Ada sahabat yang sudah lama tidak berkunjung ke rumah, bahkan bertanya kabar lewat SMS pun jarang. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba dia datang ke rumah dan menyampaikan hendak berhutang karena ingin membeli sepeda motor. Apa yang ada di pikiranmu? Berkunjung saja jarang, tahu-tahu datang langsung minta hutang. Seperti itukah?

Bagaimana kalau ceritanya begini.
Kita memiliki seorang sahabat. Hampir setiap seminggu sekali ia berkirim sapa meski hanya lewat SMS. Kalau sedang ada waktu luang ia akan berkunjung ke rumah kita. Meski tidak ada keperluan apapun, ia tetap berkunjung karena baginya itu adalah bentuk silaturahim. Lalu pada suatu ketika sahabat kita ini menyampaikan ia hendak kredit sepeda motor. Dan ia hendak meminjam uang kepada kita untuk uang mukanya. Bagaimana perasaanmu?

Mana yang hendak kau pinjami uang? Sahabat yang pertama atau yang kedua? Sahabat yang datang kalau ada perlu saja atau sahabat yang rajin menyapa?

Mungkin begitu analogi dari sebuah doa kepada Tuhan. Engkau datang ketika ada perlu saja, atau rutin berkunjung meski tidak ada keperluan? Kirim SMS saja jarang tahu-tahu kok datang minta uang. Apakah Tuhan akan memberi? Iya, memang benar Tuhan Maha Pemberi, Ia juga tidak pelit. Namun, bila memakai analogi tadi, mana yang akan Tuhan beri uang duluan?

Rasa-rasanya doa yang mudah dikabulkan bukan doa orang yang serta merta datang ke rumah lalu langsung meminta ini dan itu. Tapi, doa yang mudah terkabul ialah doa orang yang secara konsisten menyapa.

Leave a comment

Filed under Inspirasi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s