Ngayogjazz 2013, rukun agawe ngejazz

ngayogjazz

Sabtu, 16 November 2013 kemarin, gelaran Ngayogjazz 2013 telah berhasil digelar. Bagi saya gelaran ini adalah tontonan yang ke-4 kalinya sejak 2010. Pertama kali saya menonton di Padepokan Ki Joko Pekik (Bantul), kedua di Pasar Kotagede, ketiga di Desa Wisata Brayut, dan yang terakhir semalam di Desa Wisata Sidoakur, Godean.

Bicara soal musik jazz, musik ini identik dengan musik yang eksklusif dan diminati oleh segelintir orang saja. Konser jazz pun acapkali berbiaya mahal sehingga hanya orang yang berduit saja yang bisa menonton. Mungkin atas dasar itulah, panitia mencoba mengubah paradigma masyarakat, dengan cara memindahkan gelaran konser jazz dari gedung mewah dan perkotaan, ke desa-desa sehingga masyarakat yang tak terbiasa mendengarkan musik jazz bisa ikut mendengarkan. Konser jazz yang biayanya mahal, di Ngayogjazz ini semuanya gratis, karena memang didukung oleh sponsor yang tidak main-main.

Sama seperti pada Ngayogjazz sebelum-sebelumnya, acara ini selalu diguyur hujan. Baik waktu sebelum acara, maupun ketika acara berlangsung. Pun semalam, hujan deras mengguyur Jogja sejak bakda Ashar hingga waktu Isya. Bersyukur, sejak itu hujan tidak turun lagi sehingga acara dapat berlangsung lancar.

Ngayogjazz 2013 semalam menyajikan 5 panggung. Yakni panggung Sayuk Rukun sebagai panggung utama, yang berada di tengah perkampungan, Srawung di bagian utara, Guyub di timur, Wawuh ada di selatan dan Stage Tradisional ada di sisi barat kampung.

Sejumlah musikus jazz dunia yang tampil antara lain, Brink Man Ship (Swiss), Jerry Pellegrino (Amerika Serikat), Baraka dan D’Aqua dari Jepang. Saya sendiri setia menunggu di panggung utama hingga acara ini selesai.

Desa Wisata Sidoakur

Desa Wisata Sidoakur diresmikan pada 21 Maret 2009, merupakan Desa Wisata yang berlokasi di padukuhan Jethak II. Desa Wisata ini menyediakan potensi wisata berupa homestay rumah tradisional, kesenian hadroh, musik kentongan kelompok ronda, macapat, pengolahan limbah menjadi kompos, produk makanan dan jamu serta kerajinan dari hasil daur ulang limbah domestik.

Bermacam-macam kerajinan dari daur ulang plastik, kerajinan serabut kelapa, kerajinan daur ulang bambu, dan lainnya. Selain itu, terdapat juga industri rumah tangga berupa pengolahan jamu instan tradisional seperti jahe, kunir asem, temulawak dan makanan tradisional berupa sengek untuk lauk makan, dan ikan air tawar hasil budidaya sendiri. Potensi akan budaya dan pendidikan di desa ini pun terus dikembangkan dan mendapat beberapa penghargaan dari pemerintah DIY. Diantaranya adalah penghargaan sebagai desa penghijauan terbaik se-Kabupaten Sleman, desa dengan kebersihan lingkungan terbaik se-Provinsi DIY, dan desa wisata terbaik se-Kabupaten Sleman.

Dimana letak Desa Wisata Sidoakur?

Desa wisata ini terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta. Lebih tepatnya wilayah ringroad barat menuju Godean. Lebih lengkapnya bisa melihat peta di bawah.

ngayogjazz 2013

Bermusik di desa wisata tentunya memberikan suasana yang seru dan lain dari biasanya. Bagi yang belum pernah datang ke Ngayogjazz, saya sarankan datang dan berkesenian bersama di ajang tahunan ini.

Sampai jumpa lagi di Ngayogjazz 2014 ya, Hon🙂

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s