Menanam di bulan hujan

Ada kebesaran tidak terkira. Ketika langit menurunkan hujan, bumi akan menyambutnya dengan senyuman. Ia terima curahan hujan, menumbuhkan menjadi pepohonan, dan mengubah bumi menjadi kehijauan.

Langit, hujan, dan bumi mengajarkan kita untuk senantiasa berusaha, bersabar, dan bersyukur. Belajar bahwa di setiap musim kemarau pasti akan diakhiri dengan musim hujan. Bahwa di suatu titik nadir, sesungguhnya di sanalah pertolongan Tuhan datang.

Di bulan hujan ini, aku menebar benih. Benih yang engkau beri kemarin. Aku memupuknya, merawatnya, hingga pada saatnya nanti, aku, semoga kita berdua, bisa menuainya bersama. Kamu sendiri sedang menanam apa?

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s