Kita merasa menatap sesuatu yang benar, padahal kebenaran itu terbatasi sudut pandang dan kemampuan mata kita sendiri

Pemandangan yang tertatap oleh mata bisa sangat mengecoh pemikiran dalam kepala. Kita merasa menatap sesuatu yang benar, padahal kebenaran itu terbatasi sudut pandang dan kemampuan mata kita sendiri.

Manusia adalah makhluk paling sempurna, begitu yang tersebut dalam salah satu kitab suci. Namun yang namanya kelebihan disitu pulalah tersimpan suatu kekurangan. Boleh jadi manusia memiliki semua kelebihan yang tidak dimiliki makhluk lain. Kehendak, pikiran, akal, nafsu, dan berbagai daya dimiliki oleh manusia. Namun apakah dengan kelebihan tersebut membuat manusia menjadi lebih baik dari makhluk lain?

Binatang tidak memiliki pikiran, akal, dan daya untuk mengendalikan alam pikirannya. Ia bergerak menggunakan insting. Bicara binatang dan manusia. Manusia yang memiliki kemampuan sempurna seyogyanya mampu bertindak dengan baik, lebih baik daripada binatang. Namun yang terjadi sebaliknya, dengan kemampuannya, manusia malah bertindak bagai binatang. Rakus, tamak, mau menang sendiri, memperkaya diri sendiri, dan sebagainya. Lalu, manakah yang lebih layak disebut sebagai binatang, manusia atau binatang itu sendiri?

Leave a comment

Filed under Inspirasi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s