Roqm #2 – Bahasa Amiyah

Sebagian besar orang Mesir, mungkin 90% lebih menggunakan bahasa Arab Amiyah. Amiyah adalah bahasa sehari-hari, yang tidak terikat dengan aturan baku. Atau lebih kita kenal dengan bahasa gaul. Kalau di Indonesia kita mengenal bahasa loe gue-loe gue, kurang lebih seperti itulah.

Amiyah adalah bahasa gaul, di Mesir atau umumnya negara di Middle East mengenal pula bahasa Arab Fusha. Bahasa ini adalah bahasa baku, bahasa resmi, atau di Indonesia kita mengenalnya sebagai bahasa kromo inggil (Jawa). Karena merupakan bahasa kromo, maka kalian pasti bisa bayangkan penggunaanya untuk apa saja.

Lalu bagaimana dengan bahasa dalam Al Qur’an?

Bahasa di dalam Al Qur’an adalah bahasa Arab Fusha. Bahasa dalam Al Qur’an adalah kromo inggil dari yang paling kromo inggil. Karena merupakan bahasa tingkat tinggi, maka tidak semua orang dapat menguasainya, bahkan orang Mesir sendiri. Perlu belajar lebih mendalam mengenai bahasa Arab Fusha ini.

Beberapa sumber mengatakan bahasa Amiyah adalah skenario barat untuk menjauhkan umat muslim dari bahasa Al Qur’an. Benar atau ngga, silahkan kroscek sendiri.

Kalau Nabi Muhammad dulu pakai bahasa Amiyah atau Fusha yah? Wah kalau itu tanya saja ke Guru Ngaji kamu, hehehe..

Beberapa perubahan lafal dalam penutuhan Amiyah yaitu:

  1. Orang Mesir melafalkan huruf ‘ج’ dengan ‘g’.
    جُبْنَةٌ dibaca gibnah, yang artinya keju.
  2. Orang Mesir biasanya melafalkan ‘P’ dnegan ‘ب’.
    بابا dibaca baba, padahal harusnya papa (ayah).
  3. Orang Mesir melafalkan ‘ق’ dengan ‘ء’.
    قهوة dibaca ‘ahwah’, padahal harusnya qohwah (kopi).
    Tapi ada pengecualian untuk pengucapan Cairo (ibukota Mesir). Cairo القاهرة tetap dibaca ‘qohiroh’ bukannya ‘ahiroh’. Karena ‘ahiroh’ artinya pelacur. Hehehe..
  4. Huruf ‘ث’ dilafalkan seperti ‘ت’.
    ثلاثة dibaca ‘talatah’, padahal harusnya ‘tsalatsah’. Artinya 3 (tiga).
  5. Huruf ‘ظ’ dilafalkan seperti huruf ‘ض’.
    الظهر dilafalkan dengan ض yang artinya Zhuhur. Iya, sholat Zhuhur maksudnya.
  6. Kadang huruf ‘ء’ dilafalkan dengan huruf ‘ي’ untuk memudahkan pengucapan.
    رئيس dilafalkan rayyes, yang artinya ketua, bapak, pokoknya sebutan untuk orang yang dihormati, seperti halnya Mr (mister) di dalam bahasa Inggris.

Udah ya itu dulu belajarnya. Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa belajar lewat Kamus Bahasa Amiyah terbitan Gamajatim Press. Saya juga sebagian merujuk dan belajar dari kamus tersebut.

Oya, apa itu Gamajatim? Keluarga Mahasiswa Jawa Timur, sebuah organisasi mahasiswa yang para mahasiswanya berasal dari  Jawa Timur dan kuliah di Mesir. Oke, lain kali kita bahas soal mahasiswa dan perkuliahannya.

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s