Roqm #10 – First fasting day in Cairo

Puasa perdana di Cairo, Egypt.

Saya mulai mencari tahu informasi ke teman-teman mahasiswa Al Azhar mengenai bagaimana sih puasa di Cairo, tarawihnya bagaimana, sahurnya, buka puasanya, dan sebagainya. Dari mereka saya mendapat banyak info yang saya anggap “menakutkan”. Ada yang bilang puasanya bakal berat banget lah, suhu siang hari bakal panas banget, susah cari makanan buat sahur, tarawihnya lama, 1 roka’at tarawih baca 1 juz, ini lah itu lah. Akhirnya saya buktikan sendiri di puasa perdana ini.

Soal tarawih, 1 juz untuk 1 roka’at rasanya ngga mungkin ya, ada si mungkin, tapi entah di masjid mana. 1 juz untuk 1 kali tarawih, untuk 8 roka’at itu baru masuk akal. Dan tidak semua masjid membacakan 1 juz untuk 1 kali sholat tarawih. Pengalaman saya semalam waktu tarawih di Masjid Gami’ di Hayyu Asr, dekat suq sayarah, 1 roka’at tarawih berlangsung sekitar 5 menit. Imam membacakan sekitar 5-10 ayat dari surat Al Baqarah. Tiap 2 roka’at salam. Setelah 4 roka’at tarawih, ada ceramah. Setelah itu lanjut lagi 2 roka’at dan 2 roka’at. Selesai 8 roka’at, beberapa orang keluar dari masjid untuk sholat Witir di rumah. Sebagian lagi tetap berada di dalam untuk sholat witir berjamaah. Imam sholat witir berbeda dengan imam sholat tarawih. Pukul 10.00 pm rangkaian sholat Isya, tarawih, dan witir selesai. Adzan isya sendiri sekitar pukul 08.30 pm. Total 1,5 jam. Kesimpulannya, tarawih di Cairo tidak seseram yang digembor-gemborkan orang.

Eits.. tapi nanti dulu. Saya baru tarawih 1 kali di 1 masjid. Rencana sih mau nyoba tarawih di beberapa masjid, biar tahu mana yang cepat, mana yang lambat. Hehe…

Oya, waktu jam sholat tarawih, jalanan tetap ramai kok. Tidak semua orang disin pergi sholat tarawih. Ngga beda jauh dengan Indonesia. Hari pertama tarawih, masjid penuh. Hehe..

Soal makan sahur. Tidak seperti di Indonesia, banyak warung buka ketika jam makan sahur. Di Cairo, sangat sedikit warung yang buka. Apalagi rumah makan Mesir, nyaris tidak ada. Warung makan Indonesia pun cuma 1-2 yang buka. Untungnya saya semalam beli nasi bungkus dengan lauk rendang di warung makan Padang “Bariklana”. Jadi begitu jam makan sahur tiba, pukul 02.00 am, saya bangun dan langsung menyantapnya.

Tidak ada suara anak kecil yang keliling kampung mukulin beduk dan ember bekas untuk bangunin orang sekampung. Tidak ada suara dari masjid untuk membangunkan orang. Jam makan sahur sepi. Tidak ada pengumuman dari masjid kalau imsak akan berkumandang 10 menit lagi. Beda negara beda budaya.

Puasa hari pertama di Egypt, perkantoran libur. Saya sendiri pun libur jadi tidak ada cerita seru. Barangkali lusa, ketika sudah masuk kerja akan ada cerita seru, tentang berpuasa sambil bekerja di pabrik, pabriknya ada di tengah gurun. We will see😀

Leave a comment

Filed under Cerita Pribadi

Silakan tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s